Jeda Internasional: Ancaman Nyata Momentum Apik Real Madrid di Bawah Alonso

Madrid – Real Madrid tengah menikmati periode emas di awal musim 2025/2026. Di bawah arahan pelatih Xabi Alonso, Los Blancos menunjukkan performa impresif, menduduki puncak klasemen La Liga dengan catatan tak terkalahkan dalam delapan pertandingan awal. Optimisme tinggi menyelimuti skuad dan para pendukung, namun momentum positif ini terancam oleh jeda internasional yang akan segera berlangsung.
Kecemerlangan Madrid di awal musim ini tidak hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga dari gaya permainan yang solid dan efektif. Kombinasi pemain muda berbakat dan senior berpengalaman menciptakan keseimbangan yang sempurna, menghasilkan serangkaian kemenangan meyakinkan baik di kompetisi domestik maupun Liga Champions. Kedalaman skuad Xabi Alonso terbukti mampu mengatasi berbagai tantangan, dengan beberapa pemain kunci tampil di level tertinggi mereka.
Awal Musim Impresif Los Blancos
Sejak peluit awal musim dibunyikan, Real Madrid asuhan Xabi Alonso langsung tancap gas. Mereka berhasil mengumpulkan 22 poin dari delapan pertandingan La Liga, hasil dari tujuh kemenangan dan satu hasil imbang. Rata-rata mencetak lebih dari dua gol per pertandingan dan hanya kebobolan empat gol menunjukkan betapa kokohnya lini serang maupun pertahanan tim. Statistik ini menempatkan mereka di posisi terdepan dalam perburuan gelar liga.
Para pengamat sepak bola memuji adaptasi cepat tim terhadap filosofi Alonso yang menekankan pada penguasaan bola, tekanan tinggi, dan transisi cepat. Beberapa pemain seperti Vinicius Jr., Jude Bellingham, dan Federico Valverde tampil gemilang, menjadi motor serangan yang sulit dihentikan lawan. Konsistensi performa ini telah membangun kepercayaan diri yang kuat di antara para pemain, sebuah aset berharga untuk menghadapi jadwal padat sepanjang musim.
Ancaman Jeda Internasional bagi Ritme Tim
Namun, di tengah euforia dan optimisme tersebut, Xabi Alonso tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terkait jeda internasional. Jeda ini, yang mengharuskan banyak pemain bintangnya bergabung dengan tim nasional masing-masing, dikhawatirkan akan merusak ritme dan momentum yang telah dibangun dengan susah payah.
“Tentu saja ini mengecewakan. Kami telah bekerja sangat keras untuk membangun momentum ini, untuk menciptakan kekompakan dan ritme pertandingan yang luar biasa. Jeda internasional selalu menjadi tantangan, karena kami tahu para pemain akan kembali dengan kondisi yang berbeda-beda, dan risiko cedera selalu menghantui. Sebagai pelatih, Anda hanya ingin menjaga tim tetap bersama, tetap fokus pada target kami,” ujar Alonso dalam sebuah konferensi pers pada 31 August 2025.
Kekhawatiran Alonso sangat beralasan. Klub-klub top Eropa, termasuk Real Madrid, sering kali menghadapi dilema serupa. Para pemain akan melakukan perjalanan jauh, beradaptasi dengan sistem taktik yang berbeda, dan bermain dalam pertandingan berintensitas tinggi sebelum kembali ke klub. Ini tidak hanya berpotensi menyebabkan kelelahan fisik, tetapi juga cedera yang bisa mengganggu sisa musim.
Setelah jeda internasional, Real Madrid akan dihadapkan pada jadwal padat yang menantang, termasuk pertandingan penting di La Liga dan fase grup Liga Champions. Kemampuan Alonso untuk segera mengembalikan fokus dan kebugaran tim pasca-jeda akan menjadi kunci utama dalam mempertahankan dominasi mereka. Ini adalah ujian sesungguhnya bagi manajemen skuad dan kedalaman materi pemain yang dimiliki Los Blancos.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda