Manchester United Gagal Capai Kesepakatan, Senne Lammens Kian Jauh dari Old Trafford

Manchester United dikabarkan menghadapi kendala serius dalam upaya mereka merekrut kiper muda berbakat Royal Antwerp, Senne Lammens. Negosiasi yang telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir dilaporkan mencapai titik buntu, mengancam ambisi Setan Merah untuk memperkuat sektor penjaga gawang mereka dan menyediakan kompetisi yang sehat bagi Andre Onana.
Proses Negosiasi Buntu: Titik Terang Tak Kunjung Hadir
Upaya Manchester United untuk membawa Senne Lammens ke Old Trafford kini berada di ambang kegagalan total. Sumber-sumber yang dekat dengan situasi tersebut mengungkapkan bahwa negosiasi antara kedua belah pihak, baik terkait kesepakatan pribadi dengan sang pemain maupun biaya transfer dengan Royal Antwerp, tidak menunjukkan progres signifikan dalam beberapa pekan terakhir. “Situasi masih sangat jauh dari kata sepakat,” ujar salah satu sumber internal klub yang tidak ingin diidentifikasi, 31 August 2025.
Lammens, kiper berusia 21 tahun asal Belgia, telah lama diidentifikasi sebagai target potensial oleh tim pemandu bakat Manchester United. Profilnya sebagai penjaga gawang modern yang cakap dalam distribusi bola dan memiliki potensi pengembangan tinggi dianggap ideal untuk mendukung filosofi permainan Erik ten Hag. Namun, perbedaan valuasi antara kedua klub dan tuntutan gaji dari pihak Lammens disinyalir menjadi ganjalan utama yang sulit dipecahkan. Royal Antwerp dikabarkan mematok harga yang lebih tinggi dari ekspektasi Manchester United, mengingat usia dan prospek cerah sang pemain.
Ketertarikan United terhadap Lammens muncul di tengah sorotan terhadap performa Andre Onana di awal musim. Meskipun Onana menunjukkan peningkatan signifikan belakangan ini, manajemen klub dikabarkan ingin memastikan adanya kedalaman skuad yang memadai dan opsi kompetitif di bawah mistar gawang. Kedatangan Lammens diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang dan memberikan tekanan positif kepada Onana, atau bahkan menjadi pengganti jika Onana absen atau dijual di masa depan. Kegagalan merekrut Lammens tentu akan menjadi pukulan telak bagi perencanaan transfer mereka.
Dampak bagi Kedalaman Skuat dan Strategi Transfer Manchester United
Mandeknya negosiasi Senne Lammens menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi Manchester United di bursa transfer. Klub raksasa Liga Primer Inggris ini seringkali dikritik karena pendekatan transfer mereka yang lambat dan tidak efisien, seringkali berujung pada kegagalan mendapatkan target utama atau harus membayar lebih mahal. Jika kesepakatan Lammens benar-benar gagal, United akan dipaksa untuk mengalihkan perhatian mereka kepada target lain, yang mungkin memerlukan waktu dan biaya tambahan, serta berpotensi mengganggu stabilitas persiapan tim di masa depan.
“Manchester United sangat membutuhkan kiper dengan profil modern yang bisa memberikan tekanan kompetitif sekaligus menjadi investasi jangka panjang. Kegagalan mencapai kesepakatan untuk pemain seperti Lammens menunjukkan adanya disonansi antara target yang diinginkan dan kemampuan klub untuk mengeksekusi transfer tersebut secara efektif. Ini adalah pola yang sering terlihat dan perlu segera diperbaiki.”
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh seorang pengamat sepak bola Inggris terkemuka yang menyoroti betapa krusialnya efisiensi dalam pasar transfer modern. Ketidakpastian ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai rencana jangka panjang klub untuk posisi kiper. Dengan Tom Heaton yang semakin menua dan status Altay Bayındır yang masih mencari menit bermain, kehadiran seorang kiper muda prospektif seperti Lammens sangat krusial untuk menjaga keseimbangan dan potensi skuad.
Manajemen Manchester United kini dihadapkan pada tugas berat untuk segera menemukan solusi. Apakah mereka akan menaikkan tawaran untuk Lammens dan mencoba membuka kembali negosiasi, mencari alternatif di pasar transfer dengan profil serupa, atau justru menunda rencana perekrutan kiper hingga jendela transfer berikutnya, masih menjadi pertanyaan besar. Kegagalan dalam saga Lammens ini menjadi pengingat pahit bahwa pasar transfer seringkali lebih kompleks dari yang terlihat, bahkan bagi klub sebesar Manchester United dengan sumber daya finansial yang melimpah.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda