March 11, 2026

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Melampaui Label Pembeli: Mengungkap Penjualan Pemain Termahal Manchester City

Manchester City selama satu dekade terakhir dikenal sebagai salah satu klub dengan kekuatan finansial terbesar di dunia sepak bola, tak jarang menggelontorkan dana fantastis untuk mendatangkan bintang-bintang top. Namun, di balik citra sebagai pembelanja ulung, The Citizens juga telah menunjukkan kejelian finansial yang luar biasa dalam melepas pemain, menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan patut dicermati.

Pada

11 March 2026

, analisis terhadap pasar transfer menunjukkan bahwa kebijakan penjualan pemain tidak hanya menjadi pelengkap, melainkan pilar penting dalam strategi jangka panjang klub yang bermarkas di Etihad Stadium ini. Mereka berhasil mengubah pemain yang mungkin tidak lagi menjadi bagian dari rencana utama tim atau mereka yang telah mencapai puncak nilai jualnya menjadi pemasukan signifikan yang kemudian dapat diinvestasikan kembali.

Strategi Transfer Cerdas di Balik Dominasi

Pendekatan Manchester City terhadap pasar transfer telah berevolusi secara signifikan seiring berjalannya waktu. Dari awal akuisisi yang seringkali didorong oleh kebutuhan mendesak untuk membangun skuad kompetitif, kini mereka menerapkan strategi yang lebih terencana, termasuk dalam aspek penjualan. Penerapan regulasi Financial Fair Play (FFP) oleh UEFA juga turut mendorong klub untuk lebih seimbang dalam neraca keuangan mereka, membuat setiap penjualan pemain bernilai tinggi menjadi semakin krusial.

Klub tidak hanya mendatangkan pemain muda berbakat dan mengembangkan mereka, tetapi juga mahir dalam mengidentifikasi waktu yang tepat untuk menjual. Strategi ini memungkinkan mereka untuk terus menyegarkan skuad dengan talenta baru sekaligus menjaga stabilitas finansial. Kebijakan ini juga menunjukkan bahwa Man City bukan sekadar gudang pemain bintang, melainkan sebuah entitas yang cakap dalam mengelola aset pemainnya dari hulu hingga hilir.

“Pendekatan Manchester City di pasar transfer bukan hanya tentang membeli pemain terbaik, tetapi juga tentang mengelola nilai aset mereka secara cerdas. Kemampuan mereka untuk melepas pemain dengan harga tinggi adalah bukti kematangan operasional klub dan fondasi penting bagi dominasi berkelanjutan mereka di kancah domestik maupun Eropa.”

Pilar-pilar Penjualan Berharga Tinggi

Sepanjang sejarah klub di era modern, beberapa penjualan pemain telah menorehkan rekor dan memberikan keuntungan besar bagi Manchester City. Penjualan-penjualan ini seringkali menjadi sorotan karena nilai transfernya yang impresif, membuktikan bahwa City mampu mendapatkan nilai maksimal dari pemainnya.

Salah satu penjualan terbesar yang pernah dilakukan klub adalah

Raheem Sterling

ke Chelsea pada musim panas 2022 dengan perkiraan nilai transfer mencapai £47.5 juta. Sterling, yang merupakan salah satu pemain kunci City selama bertahun-tahun, berhasil dijual dengan harga tinggi meskipun kontraknya tinggal menyisakan satu tahun. Ini menunjukkan keahlian klub dalam negosiasi dan manajemen aset.

Tidak lama berselang, pada jendela transfer yang sama, City juga melepas dua pemain penting mereka ke Arsenal, yaitu

Gabriel Jesus

(£45 juta) dan

Oleksandr Zinchenko

(£32 juta). Kedua penjualan ini secara kolektif menghasilkan lebih dari £75 juta, yang kemudian digunakan untuk mendanai pembelian pemain baru dan memperkuat area lain dalam skuad.

Sebelumnya,

Leroy Sané

juga menjadi salah satu penjualan fenomenal ketika ia pindah ke Bayern Munich pada 2020 dengan biaya sekitar £54 juta. Penjualan Sané menjadi contoh bagaimana City mampu memaksimalkan nilai jual pemain yang ingin mencari tantangan baru atau yang kurang mendapatkan menit bermain sesuai ekspektasi.

Ferran Torres

juga menyumbang pendapatan signifikan, pindah ke Barcelona senilai £46 juta setelah periode singkat namun berkesan di Etihad.

Dalam beberapa musim terakhir, penjualan seperti

Riyad Mahrez

ke Al-Ahli senilai £30 juta pada 2023, serta penjualan

Danilo

ke Juventus (£34 juta) dan

Kelechi Iheanacho

ke Leicester City (£25 juta) juga menggarisbawahi kemampuan City dalam merotasi skuad dan menghasilkan keuntungan. Penjualan-penjualan ini, bersama dengan banyak lainnya, telah membentuk fondasi finansial yang kuat bagi Manchester City untuk terus berinvestasi pada talenta kelas dunia dan mempertahankan dominasinya di puncak sepak bola global.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda