August 31, 2025

Delik Kalbar

Satu Portal, Banyak Cerita

Ribuan Massa Kepung Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Mendesak

Jakarta, 28 August 2025 – Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat membanjiri kawasan Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta, pada Kamis, 28 Agustus 2025. Aksi demonstrasi besar-besaran ini berlangsung sejak pagi hingga sore hari, menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah serta menuntut respons lebih serius dari parlemen terhadap isu-isu krusial nasional. Unjuk rasa berjalan relatif kondusif di bawah pengawalan ketat aparat keamanan.

Massa yang terdiri dari perwakilan mahasiswa, buruh, dan aktivis lingkungan ini mulai berkumpul di depan kompleks parlemen sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster yang bertuliskan tuntutan, seperti “Tolak Kenaikan Harga Bahan Pokok”, “Revisi Undang-Undang Minerba”, dan “Percepat Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja”. Orasi-orasi bergantian disuarakan dari mobil komando, membakar semangat para peserta aksi.

Aksi Damai dengan Pengawalan Ketat

Situasi di sekitar Gedung DPR RI terpantau ramai namun terkendali. Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan dari unsur Polri dan TNI untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Barikade kawat berduri didirikan di beberapa titik strategis, terutama di gerbang utama kompleks parlemen, guna mencegah massa merangsek masuk.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Budi Santoso, dalam keterangannya kepada awak media, menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. “Kami berkomitmen untuk memastikan aksi unjuk rasa berjalan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum. Hak menyampaikan pendapat adalah fundamental, namun ketertiban juga harus dijaga,” ujar Kombes Budi. Meski demikian, sejumlah ruas jalan di sekitar Senayan terpaksa ditutup dan dialihkan, menyebabkan kemacetan di beberapa jalur alternatif.

“Kami datang membawa aspirasi murni rakyat. Pemerintah dan DPR harus mendengarkan suara kami, bukan justru mengabaikannya. Ini adalah panggilan terakhir sebelum kami akan melakukan gerakan yang lebih besar lagi jika tuntutan kami tidak dihiraukan,” tegas Koordinator Aliansi Rakyat Bersatu, Bapak Andi Wijaya, dalam orasinya yang disambut riuh tepuk tangan massa.

Tuntutan Utama dan Respon Parlemen

Inti dari tuntutan massa adalah peninjauan ulang kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai memberatkan masyarakat, khususnya kenaikan harga bahan pokok dan energi. Selain itu, mereka juga mendesak DPR untuk segera menuntaskan pembahasan beberapa rancangan undang-undang yang pro-rakyat, serta menolak inisiatif legislasi yang dianggap merugikan lingkungan dan hak-hak buruh.

Beberapa perwakilan massa sempat melakukan negosiasi dengan perwakilan dari Sekretariat Jenderal DPR RI. Namun, hingga sore hari, belum ada anggota DPR RI setingkat pimpinan komisi atau fraksi yang secara langsung menemui para demonstran. Hanya staf ahli anggota dewan yang turun untuk menerima berkas tuntutan. Hal ini sempat memicu kekecewaan di kalangan peserta aksi, meskipun mereka tetap menjaga ketertiban.

Menjelang petang, massa mulai membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan orasi terakhir dan berjanji akan kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti. Operasi pembersihan sampah di lokasi demonstrasi langsung dilakukan oleh petugas kebersihan dan beberapa relawan. Aparat keamanan tetap berjaga hingga seluruh area steril dari kerumunan.

Aksi demo 28 Agustus 2025 ini menjadi catatan penting bagi pemerintah dan DPR untuk lebih responsif terhadap aspirasi publik. Tekanan dari masyarakat sipil diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan dinamika kebijakan dan situasi politik nasional.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.