Rumah Ahmad Sahroni Pasca Rusuh: Terpal & Coretan, Pengamanan Ditarik

Situasi di sekitar kediaman politisi dan pengusaha terkemuka, Ahmad Sahroni, di kawasan Jakarta Utara, berangsur kondusif pada 31 August 2025. Setelah insiden pengerusakan dan penjarahan oleh massa beberapa hari lalu, lokasi kini steril dari pengamanan militer. Meski demikian, sisa-sisa kerusakan, termasuk coretan vandalisme dan terpal penutup, masih tampak jelas menyelimuti sebagian fasad rumah mewah tersebut.
Pemulihan Pascakerusuhan: Bekas Luka yang Terlihat
Pantauan langsung awak media pada pukul 11.00 WIB, 31 August 2025, menunjukkan tidak ada lagi personel militer bersenjata yang berjaga di sekitar perimeter rumah Ahmad Sahroni. Jalanan di depan kediaman, yang sebelumnya sempat diblokir, kini telah dibuka kembali untuk lalu lintas umum. Namun, pemandangan memilukan masih menghiasi. Beberapa jendela di lantai dasar terlihat ditutup rapat dengan terpal berwarna biru dan hitam, mengindikasikan kerusakan kaca yang cukup parah. Dinding pagar dan sebagian fasad bangunan juga dipenuhi coretan cat semprot dengan tulisan-tulisan protes yang sulit diidentifikasi secara jelas akibat tumpang tindih.
Aktivitas pembersihan ringan terlihat dilakukan oleh beberapa staf internal rumah tangga, namun skala kerusakannya diperkirakan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk pemulihan total. Pintu gerbang utama, meski tidak hancur, tampak mengalami kerusakan pada bagian kunci dan engsel, serta jejak-jejak congkelan yang mengindikasikan paksaan. Seluruh area halaman depan kini terlarang untuk didekati, dibatasi oleh garis polisi yang masih terpasang. Sebuah papan pengumuman kecil juga terpasang di gerbang, bertuliskan “Dalam Perbaikan, Dilarang Mendekat.”
Kronologi Insiden dan Reaksi Publik
Insiden pengerusakan dan penjarahan ini dilaporkan terjadi pada akhir pekan lalu, menyusul demonstrasi besar-besaran yang berujung ricuh di sejumlah titik ibu kota. Meskipun motif spesifik penyerangan terhadap kediaman Ahmad Sahroni belum sepenuhnya terungkap, insiden ini diduga kuat terkait dengan isu-isu kontroversial yang melibatkan nama Sahroni dalam beberapa waktu terakhir, terutama mengenai kebijakan ekonomi dan proyek-proyek pembangunan yang memicu pro dan kontra. Massa yang diperkirakan berjumlah puluhan orang, dilaporkan merangsek masuk ke area properti setelah berhasil menjebol gerbang utama, menyebabkan kepanikan di lingkungan sekitar.
Pihak kepolisian dari Polres Jakarta Utara telah mengonfirmasi adanya laporan terkait insiden ini dan menyatakan telah memulai proses penyelidikan. “Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, termasuk rekaman CCTV dari sejumlah titik dan keterangan saksi mata, untuk mengidentifikasi pelaku pengerusakan dan penjarahan,” ujar Kompol Budi Santoso, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Utara, dalam keterangan persnya kemarin. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah pelaku yang telah ditangkap atau identitas kelompok yang bertanggung jawab.
“Sangat disayangkan, Pak Sahroni adalah sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat dan sering membantu. Insiden ini tentu mengejutkan kami semua dan membuat resah. Semoga cepat pulih dan pelakunya segera ditangkap agar ada efek jera,” kata Ibu Sumiati, salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan alamat lengkapnya, kepada jurnalis.
Langkah Selanjutnya dan Harapan Pemulihan
Ahmad Sahroni sendiri, melalui perwakilannya, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini namun enggan memberikan komentar lebih lanjut mengenai kerugian materiil atau dugaan motif politik di baliknya. “Bapak Sahroni menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib dan berharap keadilan dapat ditegakkan. Fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan area dan memulai tahap perbaikan secepatnya,” terang staf pribadi Sahroni yang tak ingin disebut namanya, saat dihubungi terpisah. Estimasi biaya perbaikan belum dapat dipastikan, namun diperkirakan akan mencapai ratusan juta rupiah mengingat kerusakan yang luas.
Insiden ini tidak hanya menyisakan bekas luka fisik pada bangunan, tetapi juga menjadi pengingat akan kerentanan properti pribadi di tengah gelombang ketidakpuasan sosial yang terkadang berujung pada tindakan anarkis. Pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Komitmen untuk menjaga ketertiban umum dan menegakkan hukum menjadi krusial demi menjaga kondusivitas ibu kota serta melindungi hak-hak warga.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda