Suhadi SW : Berdayakan Empat Pilar Dalam Mewujudkan Rasa Aman Masyarakat

PONTIANAK - Masalah keamanan merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia, tanpa adanya rasa aman dalam menjalani hidup ini maka berbagai persoalan akan muncul dan Roda Pembangunan tidak akan berjalan lancar.

Demikian pula secara individual setiap orang membutuhkan rasa aman. tanpa adanya jaminan keamanan dalam suatu negeri, maka seluruh proses untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. apakah proses belajar mengajar, proses mendapatkan penghasilan. transaksi bisnis dan sebagainya akan terganggu.

"Untuk mewujudkan rasa aman Masyarakat Drs. Suhadi Sw. M.Si Calon Walikota yang satu ini, segudang konsep, Ide dan gagasan diantaranya memberdayakan empat pilar " Bhabinkamtibmas, Babinsa, Lurah atau kepala desa serta yang tidak kalah pentingnya adalah masyarakat. "
kenapa masyarakat harus dilibatkan, karena kejahatan itu ada ditengah tengah masyarakat, kemudian masyarakat tersebar dimana mana, sehingga untuk mendapatkan informasi sangat mudah, " ucapnya Jumat, (10/11)

Bahkan saat ini di Negara Negara maju juga sedang mengembangkan Perpolisin Comunitas atau community policing, tanpa uluran tangan masyarakat Polisi, Tentara maupun aparat desa tidak mampu berbuat banyak.

Karena dalam menciptakan rasa aman masyarakat empat pilar tersebut harus diberdayakan , baik oleh pemerintahan Desa atau Kelurahan.
kehadiran Polisi, Tentara dan Lurah sebagai mediator, Fasilitator dan jembatan antara Masyarakat dengan Pemerintah atau sebaliknya.
di Negara Negara Maju saat ini sedang mengembangkan Comumunity Policing atau perpolisian komunitas. dimana dalam pembinaan Masyarakat, masyarakat tidak lagi sebagai Obyek tetapi sebagai Subyek artinya masyarakat tidak lagi berdiam diri dirumah, tetapi harus bersama sama dengan aparat desa atau kelurahan melakukan pengamanan secara Swadaya.

Seperti Amerika Latin, disana dikembangkan namanya Rondero yaitu organisasi kemasyarakatan yang tugasnya menangani masalah masalah kejahatan Konvensional.
Rondero ini terbentuk karena masyarakat kewalahan menghadapi Pencurian diperkebunan Tebu. mereka mengandalkan Polisi, namun Polisi tidak sanggup menanganinya, karena pencuriannya terjadi secara sporadis dan masyarakat kurang peduli terhadap lingkungannya, sehingga dibentuklah Rondero, seperti Pengamanan Swa Karsa dari masyarakat, oleh Masyarakat dan untuk masyarakat.

Awalnya rondero ini tugasnya hanya menangani masalah pencurian di perkebunan Tebu, namun karena mereka berhasil menangani permasalahan yang ada, maka oleh pemerintah kewenangan Rondero ditambah, tidak hanya menangani pencurian perkebunan tebu, tetapi sengketa batas wilayah juga menjadi tugas dan tanggung jawab Rondero.
Demikian juga di Amerika Serikat, pada tahun tujuh puluhan direpotkan dengan masalah Premanisme, dimana para preman disana, ketika minta sesuatu tidak dikasih, maka mereka melakukan kekerasan dengan merusak Jendela warga. masyarakat disana awalnya masa bodoh, karena merasa sudah membayar pajak dan masalah preman bukan tanggung jawabnya tetapi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Polisi," pungkasnya.

(Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait