Tengok Penampakan SPLU Pertama di Kota Sambas

PONTIANAK - Tren pemakaian energi yang mulai beralih dari bahan bakar konvensional menjadi listrik diantisipasi dengan baik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pemerintah Kabupaten Sambas. Penyediaan infrastruktur pengisian tenaga listrik di tempat umum mutlak diperlukan demi kemudahan aktivitas masyarakat kedepannya. Oleh karena itu PLN Area Singkawang menghadirkan Stasiun Penyediaan Listrik Umum (SPLU) pertama di Kabupaten Sambas yang berlokasi di Water Front, Keraton Sambas.

Peresmian SPLU disambut dengan antusias oleh masyarakat sekitar hingga jajaran pimpinan daerah Sambas. Dengan hadirnya SPLU masyarakat tidak akan menemukan kesulitan untuk mengakses listrik ketika beraktivitas di luar rumah.

"Peluncuran SPLU ini merupakan langkah baru PLN dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam hal kemudahan pemanfaatan tenaga listrik sebagai pendorong kegiatan ekonomi." ujar Manager Area Singkawang, Sumarsono saat diwawancarai dalam acara peresmian SPLU ini, Senin (13/11)

Untuk menggunakan SPLU masyarakat hanya perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui payment point online banking (PPOB), ATM, mini market dengan menyebutkan nomer meter yang tertera pada SPLU yang akan digunakan. Pembelian stroom dapat disesuaikan dengan kebutuhan listrik yang akan digunakan.

Umumnya masyarakat menggunakan SPLU untuk mengisi motor listrik, perangkat elektronik seperti handphone dan power bank, serta membantu kegiatan berjualan pedagang kaki lima (PKL). "Selama ini saya pakai genset untuk berjualan jus, sekarang ngga perlu pake genset lagi tinggal nyolok ke SPLU. Lebih hemat dan lebih mudah, Alhamdulillah." Ungkap Asnawi salah satu pedagang di sekitar Water front Sambas.

Selain memperkenalkan SPLU, dalam acara ini juga digelar test drive motor listrik dan demo masak menggunakan kompor induksi listrik. Motor listrik ini mampu melesat hingga kecepatan 60 km/jam. Dengan menggunakan motor listrik ini pengendara dapat menempuh jarak hingga 60 km dengan hanya melakukan pengecasan selama 5 jam.
Selain itu motor listrik juga tidak menghasilkan emisi yang menyebabkan polusi udara maupun polusi suara bagi lingkungan. Pengendara tidak perlu kawatir akan kehabisan bahan bakar di tengah jalan karena motor listrik dilengkapi dengan fitur alarm.

Hingga tahun 2018 ini PLN Area Singkawang menargetkan pemasangan 15 SPLU yang tersebar di seluruh kabupaten Sambas. Sebelumnya PLN telah meluncurkan SPLU di Sukadana, Pemangkat dan Pontianak.
Wakil Bupati Kabupaten Sambas Hj Hairiah mengapresiasi kehadiran SPLU di kawasan water front keraton Sambas. "Teknologi baru SPLU ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama untuk sektor usaha kecil dan menengah. Dengan adanya SPLU masyarakat tidak perlu kawatir karena listrik mudah didapatkan dimana saja." Ungkap Hairiah.

(Dri)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait