Suhadi SW : Hidup Jangan Seperti Ketimun Bungkuk

PONTIANAK - Kunci utama keberhasilan seseorang dalam mencapai suatu tujuan, disamping harus memiliki kejujuran juga kedisiplinan. karena orang sepandai apapun kalau tidak jujur , suka berbohong, tidak sakit dibilang sakit, dan sebagainya, kalau ia aparat Negara, akan melakukan segala sesuatu sesuka hatinya, setelah itu baru lapor yang baik baik. artinya antara yang dikerjakan dengan yang laporkan berbeda, itulah namanya ketidak jujuran.

Demikian juga disiplin memegang peran penting dalam mencapai tujuan, pekerjaan yang seharusnya bisa dituntaskan hari ini, namun karena yang bersangkutan tidak disiplin maka pekerjaan menjadi tertunda.oleh karena setiap langkah harus diperhitungkan sungguh sungguh, apa untung dan ruginya ketika meputuskan sesuatu ternyata merugi jangan dilakukan, sehingga keberadaan kita dalam suatu organisasi atau apalah namanya, dirasakan manfaatnya oleh banyak pihak.

"Jangan menjadi ketimun bungkuk, artinya masuk tidak dihitung, tidak masuk tidak dicari.kenapa demikian, karena kiprah dan eksistensinya tidak dirasakan oleh lingkungannya, apakah lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja, lingkungan Hoby dan sebagainya
tunjukkan Kinerjanya secara maksimal, jangan seperti Pasukan 703, ( Tujuh kosong tiga), masuk kantor jam tujuh, kerjanya Nol tidak berbuat apa apa, hanya pandai bergunjing, baca koran, cerita Politik kesana kemari tidak jelas, ujung pangkalnya dan pada akhirnya ribut tidak bertegur sapa, sehingga membuat lingkungan kerja atau tempat tinggal tidak kondusif. setelah itu baru pulang tanpa menghasikan sesuatu produk. itulah namanya Ketimun Bungkok," ucap Suhadi, SW kepada media ini Selasa, (14/11)

Suhadi Sw. mengajak warga masyarakat untuk tetap semangat dalam bekerja dan dilandasi Niat yang tulus dan Iklas.
mari kita berupaya untuk menjadi orang penting, di Kantornya masing masing, ketika kita tidak ada, Pimpinan mencari cari seperti ada yang kurang, tanpa kehadiran kita sepertinya ada yang kurang lengkap.
jangan menjadi Staf yang masuk tidak dihitung, tidak masuk juga tidak dicari, sebab tidak ada pengaruhnya apa apa terhadap organisasi. seperti Ketimun Bungkuk, dimasukkan karung tidak dihitung, ditinggalpun tidak ada yang mau.

jadilah ketimun ketimun yang baik sehingga keberadaannya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. mari kita lebih mengedepankan
Kepentingan umum dari pada kepentingan Pribadinya.
ketika masalah itu kecil namun masalah negara, maka masalah tersebut, menjadi besar, namun sebaliknya jika masalah itu besar, namun karena masalah Pribadi, maka masalah tersebut harus dikecilkan.

(Dr)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait