Karolin Dianugrahi Gelar Pangeran Putri Dian Srikandi

LANDAK - Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa dianugerahi Gelar Pangeran Putri Yang Mulia Sri Setia Amantubillah dengan gelar Pangeran Putri Dian Srikandi oleh Baginda Pangeran Ratu Mulawangsa Dr Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc di Keraton Amantubillah Mempawah, Kalbar, Kamis (16/11)

Penganugerahan Gelar di Keraton Amantubillah Mempawah berlangsung meriah, dan hampir seluruh raja yang ada di Provinsi Kalbar hadir.

Istana merasa terhormat lantaran seorang puteri kelahiran Mempawah 35 tahun silam, sekarang digadang-gadangkan memegang etafet kepemimpinan Kalbar, hadir menyejukan suasana politik di Kalbar yang akhir-akhir ini menghangat karena masuk tahun politik.

Puteri itu kini menjabat Bupati Landak, namun selalu ingat dimana dirinya lahir.
Keharuan, kebanggaan menjadi satu, Karolin tidak bisa menyembunyikan kebahagiaaanya, walaupun itu tugas berat baginya.

Menyandang gelar yang diberikan salah satu kerajaan terbesar di Kalbar, disaksikan lagi oleh para raja. "Kami merasa sangat terhormat mendapatkan gelar bentuk kekeluargaan dengan Kerajaan Mempawah," kata Karolin Margret Natasa, usai mengikuti adat Toana.

Atas anugerah tersebut, Wanita yang dikenal pekerja keras itu berharap mampu menjaga amanah dan nama baik Keraton Mempawah hingga dimasa yang akan datang.

Sebagai bagian dari Keraton Amantubillah Mempawah, tambah Karolin, ritual robo-robo harus terus dilestarikan. Bukan hanya sebuah upaya menjaga tradisi dari para leluhur yang sakral saja, melainkan makna kebersamaan yang muncul dalam setiap prosesi menjadi nilai lebih dari ritual tersebut.

"Semoga saya mampu mengemban amanah ini dan membawa nama baik Keraton Mempawah hingga ke masa depan," Katanya.

Secara historis, Keberadaan Kerajaan Mempawah di Kalbar tidak terlepas dari Kerajaan pendahulunya pada Zaman Dayak Hindu.

Kerajaan Sidiniang yang dipimpin Patih Gumantar merupakan kerajaan pertama yang eksis pada tahun 1380 M.

Keberadaan Kerajaan Sidiniang dalam kurun waktu beberapa dekade sempat meredup hingga pada tahun 1680 M, dibawah kepemimpinan Raja Kudung mulai bangkit kembali, kemudian tahta Kerajaan Sidiniang beralih ke Panembahan Senggaok yang menyunting Puteri Cermin dari Kerajaan Baturizal Indragiri Sumatera.

Keduanya dikaruniai seorang Putri Utin Indrawati yang kemudian dinikahkan dengan Sultan Muhammad Zainuddin dari Kerajaan Tanjungpura. Keduanya dikaruniai seorang anak yang diberi nama Puteri Kesumba yang kemudian menikah dengan Opu Daeng Manambon yang mempelopori perkembangan Agama Islam di Mempawah.

(LAY)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait