Kesehatan

22 Kasus DBD 1 Meninggal Dunia Disintang

Foto : Ilustrasi

Sintang – Bupati Sintang Jarot Winarno mengungkapkan, penyakit yang disebabkan dari gigitan nyamuk harus diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat. Terlebih, saat ini kasus DBD masih ditemukan.

Jarot juga membenarkan kabar satu pasien DBD meninggal dunia. Hanya saja, kata dia, pasien meninggal bukan murni DBD. “Ya benar satu kasus meninggal dunia, tapi bukan murni DBD, ada penyakit penyerta. Pasien dari akcaya satu,” Ucapnya Minggu, (4/2/2018)

Dari laporan Dinas Kesehatan,tutur Bupati sepanjang Januari 2018 tercatat ada 22 kasus DBD yang ditangani puskesmas.
Masih seperti tahun sebelumnya, Puskemas Tanjung Puri masih tercatat banyak menerima pasien DBD. Menyusul kemudian, Puskemas Pandan, Dara Juanti dan Sungai Durian. “Masing-masing empat kasus,” kata pria yang latar belakangnya seorang dokter tersebut.

Lanjut Jarot di Kecamatan Tempunak, juga ditemukan kasus DBD. Jumlahnya ada tiga kasus. Menyusul kemudian di Puskemas Mensiku dua kasus dan Puskemas Seranggas dan Sepauk, masing-masing satu kasus.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Harysinto Linoh menambahkan, terkait kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Sintang, dirinya sudah meminta kepada tiga Puskemas: Sungai Durian, Tanjung Puri dan Dara Juanti untuk segera menurunkan tim kesehatan keliling Puskemas ke seluruh sekolah yang termasuk dalam wilayah kerja Puskemas masing-masing.
“Kami juga sudah meminta pihak sekolah untuk melaksanakan PSN dan abatisasi dengan supervisi dari puskesmas. Dan kami minta Puskesmas melaksanakan fogging di seluruh sekolah,” sebut Sinto.

Sinto mengingatkan agar seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sintang kembali menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Agar, kasus DBD di Sintang dapat ditekan. Dia juga meminta, Pukesmas turut aktif berkoordinasi dengan Kecamatan, untuk dapat menggerakkan lapisan masyarkat tingkat RT agar dapat membersihkan lingkungan.
“Intinya masyarakat harus menggalakkan prilaku hidup bersih dan sehat. Kebersihan lingkungan rumah yang terutama,” ungkapnya.

Antisipasi awal untuk pemberantasan sarang nyamuk ini kata Sinto, dapat dilakukan dengan penaburan abate pada setiap genangan air. Langkah kecil ini kata dia, paling efektif dan murah yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah jentik nyamuk berkembang.
Tidak hanya lingkungan rumah, Linoh juga mengingatkan pihak sekolah agar juga membersihkan lingkungannya agar terbebas dari jentik nyamuk DBD.

“Hidup sehat dan lingkungan bersih penting untuk menangkal segala penyakit. Bukan hanya DBD. Perlu kiranya digalakkan kembali prilaku hidup bersih dan sehat,” tukasnya.
Menurut dia, munculnya benih penyakit yang dibawa oleh nyamuk itu bisa diantisipasi sejak dini oleh masyarkat, apabila memberlakukan hidup sehat dan bersih. Ini kata Sinto, harus dimulai dari sekarang, mulai dari ruang lingkup terkecil, yaitu keluarga baru ke lingkungannya.

“Kalau masyarakat mau melakukan PHBS untuk di kelurganya sendiri dulu, dan lingkungan sekitar, maka bisa dipastikan hampir seluruh penyakit yang sifatnya menular dan tidak menular, itu tidak akan terjadi,” tukasnya.

Penulis : Susi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top