Nasional

Terendam Banjir SDN13 Nanga Bayan Terpaksa Diliburkan

Sintang - Intensitas air hujan cukup tinggi yang mengguyur Sintang dan sekitarnya membuat

sejumlah ruas jalan tergenang.
Genangan yang sama, juga masih terjadi diruas Jalan Paralel Nasional Desa Empunak Tapang Keladan Kecamatan Ketungau Hulu.

Ketua Kelompok Informasi Perbatasan (KIMTAS) Ambresius Murjani,mengatakan memang didaeranya ada beberapa titik yang terendam banjir baik itu di desa Nanga Bayan maupun di desa Empunak Tapang Keladan bahkan sehari ini ruas jalan paralel nasional juga ikut terendam.

"Memang dua desa sempat terndam banjir jika hujan turun sangat tinggi bahkan ruas jalan paralel nasional pun terendam meskipun hanya sehari tetapi sangat menghambat kami yang dibatas ini,"ucapnya Senin (5/2)

Ditambahkan pria yang akrab disapa Murjani ini
Curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan SDN 13 Nanga Bayan kebanjiran, terpaksa kegiatan belajar diliburkan untuk hari ini saja.

"Hari ini siswa SDN 13 Nanga Bayan kebanjiran ,terpaksa legiatan belajar diliburkan rencana hanya sehari hanya saja masih melihat kondisi hingga benar-benar surut

Terpisah Plt.Camat Ketungau Hulu Asmidi membenarkan diwilayahnya Diguyur hujan sehari semalam saja dua titik desa terendam banjir.

Dua titik tersebut memang langganan banjir ketika musim penghujan tiba dan intensitas air hujan cukup tinggi dalam kurun waktu 24 saja pasti terendam ,sama hal nya kali ini folume hujan cukup tinggi dua hari ini air sudah tergenang hingga sepinggang orang dewasa bahkan hingga 1 meter sehingga mengakibatkan selain merendam ratusan rumah warga juga terputusnya ruas jalan paralel Nasional di desa Empunak Tapang keladan.

Dua titik yang terendam banjir tersebut yakni di desa Nanga Bayan dan Desa Empunak yang berakibat putusnya jalan tapang keladan,"Dua desa ini memang langganan banjir,kemarin saja hingga 6 jam ,terendam tapi ketika hujan reda jarak 3 jam akan kembali surut."ungkapnya.

Jika sudah banjir bukan hanya rumah warga saja yang terendam tetapi fasilitas umum baik sekolah dan fasilitas umum lainya juga tidak bisa terelakan lagi.

Hal yang sama terjadi diJalan Cadika Desa Baning Kota Sintang Padahal, tahun lalu sampah yang menyumbat drainase sudah dikeruk saat ditinjau oleh Wakil Bupati Sintang, Askiman.
Senin pagi (5/2) genangan air di Jalan Cadika cukup tinggi. Dalamnya, berkisar lutut orang dewasa. Rendahnya permukaan tanah dan drainase yang tersumbat menjadi sebab ruas jalan ini kerap tergenang ketika diguyur hujan dalam semalam.

Wakil Bupati Sintang Askiman kembali mengingatkan, agar masyarakat dapat menjaga kebersihan drainase dan membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, di Jalan Cadika sebenarnya sudah ada drainase, namun tersumbat. “Masyarakat jangan mengabaikan kebersihan. Drainase yang ada, harus dirawat dengan baik. Baik yang tingggal di jalan cadika, maupun di lokasi lain,” pesanya.

Penyumbatan drainase disebabkan banyak hal. Mulai dari faktor tanah rendah, hingga tumpukan sampah rumah tangga. Menurut Askiman, kawasan jalan cadikan ada tiga saluran pembuangan. Namun drainase ke arah stadion maupun baning di manfaatkan untuk keperluan lain sehingga menjadi salah satu faktor penyumbat aliran drainase.

Askiman juga mengingatkan, agar dinas terkait dapat untuk segera membenahi salur air yang tersumbat. “Kalau memang diperlukan untuk buka akses drainase baru, lakukan lagi,” tukasnya.

Askiman menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk selalu berhati hati saat kondisi curah hujan saat ini cukup tinggi. Terutama, bagi masyarakat yang tinggal di tepian sungai agar menjaga anaknya.
terutama bagi masyarakat yang tinggal di tepian sungai agar selalu menjaga anak anaknya dan dirinya juga menghimbau agar selalu menyediakan peralatan atau perlengkapan keamaman untuk antisipasi banjir tiba serta jika ada persoalan yang mendesak akibat dari pada extremenya curah hujan ini bahkan hingga banjir melanda masyarakat harus segera menyampaikan kepada BPBD kabupaten sintang agar dapat di tindak lanjuti.

Askiman mengharapakan kapada seluruh camat, kades dan lurah agar segera membuat laporan perkembangan kondisi dan situasi terkini banjir saat ini agar pemerintah daerah cepat memberikan bantuannya”pinta askiman.

Penulis : Susi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top