Nasional

BPBD Sanggau Petakan Daerah Rawan Banjir

Foto : Ilustrasi

SANGGAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau telah memetakan sejumlah daerah rawan bencana di wilayah itu. Hasilnya, 15 kecamatan masuk kategori rawan banjir. Tinggi intensitas hujan saat ini mengharuskan BPBD selalu sigap.

Berdasarkan data resmi BPBD Sanggau yang diperoleh wartawan, untuk kecamatan Kapuas, daerah rawan bajir yakni sepanjang bantaran Sungai Kapuas dari Desa Penyaladi kearah hilir sampai Semerangkai. Kecamatan Parindu titiknya di Desa Rahayu dan Desa Gunam, Mokok di wilayah Malan, SP 2 Trans, Semuntai dan sepanjang pinggiran Sungai Kapuas, Inggis.

Selanjutnya, di Kecamatan Bonti titik rawan banjir berada di Bonti, Bahta, Tabau, Sedua, Empodis Mua, Entajan, Sami, Mamal, Kampuh, Sedae dan Labak. Untuk Jangkang di Desa Balai Sebut, Tanggung, Selampung, Ketori dan Sape. Di Kecamatan Kembayang di Desa Tanjung Merpati, Tanjung Periok, Sebungkuh, Kuala Dua, Munying, Kuat dan Merowi.

Untuk Kecamatan Beduai titik rawan bajir di Desa Kasromejo, Bereng Bekawat, Sei Ilai dan Empaong. Entikong di Desa Suruh Tembawang, Pala pasang, Merau dan Serengkang. Kecamatan Noyan di Desa Semongan, Sei Dangin, Empoto, Idas dan Noyan.

Selanjutnya daerah rawan banjir Kecamatan Tayan Hulu di Desa Sosok I dan Sosok II. Tayan Hilir di Desa Kawat, Pulau Tayan, Desa Pedalaman, Talang, Beginjan, Sui Bemban dan Balai Ingin. Untuk Balai di wilayah Desa Hilir, Desa Tae, Kebadu, Cowet, Pemali Ujung, Senyabang, Temiang Taba, Temiang Mali, Padi Kaye, Mak Kawing, Bulu Bala dan Semoncol. Terakhir kecamatan Meliau di Meliau Hilir, Meliau Hulu, Sungai Mayam, Kuala Buayan, Balai Tinggi dan Kupang.

Ditemui wartawan, Kepala BPBD Kabupaten Sanggau melalui Kasi Pencegahan Bencana, Irsan menyampaikan, pihaknya sudah menyusun beberapa langkah menghadapi bencana. Langkah yang dimaksud adalah dengan meningkatkan penyuluhan/edukasi ke masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan kewaspadaan terhadap bencana. Karena moto kita lebih baik mencegah daripada menanggulangi, katanya, Rabu (7/2/2018).

BPBD juga diakuinya telah menyiapkan tim reaksi cepat (TRC) dan peralatan untuk menanggulangi dan mengevakuasi jika terjadi bencana.
“Kalau peralatannya silahkan nanti ditanya ke bagian Kedlog. TRC pusat sudah memiliki posko sendiri di Kabupaten Sanggau, yang disamping POM TNI itu kantornya,” katanya.

Sementara untuk Posko sudah ada di setiap kecamatan. Tidak hanya itu, BPBD juga memiliki relawan yang berada di tiap-tiap Desa dan sudah diberikan penyuluhan tentang kewaspadaan terhadap bencana.
“Tahun lalu ada lima Desa yang sudah terbentuk yakni Ketori, Kuala Buayan, Belungai Dalam, Subah dan Thang Raya,” beber dia.

Penulis : Indra

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top