Kesehatan

Bupati Sintang Teken Kesepakatan Kampanye Nasional RADPG Atasi Stunting

Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen akan mewujudkan Sintang bebas Stunting, dan selalu melakukan penanganan gizi buruk diwilayah tersebut hal itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan mengkampanyekan RAD-PG atasi Stunting.

Komitmen tersebut juga disampaikan langsung oleh Bupati Sintang dr Jarot Winarno dalam acara Hari Gizi Nasional ke 85 dan kampanye Gizi Nasional, di Indoor Apang Semangai Baning Kota Sintang,Kecamatan Sintang Rabu (7/2/2018).

Bupati Jarot Winarno menyatakan, tahun ini Pemerintah Daerah sudah berkomitmen penangan gizi buruk, dengan melakukan penandatangan komitmen. “Sekarang kita melanjutkan untuk komitmen mewujudkan Sintang bebas Stunting,” ucapnya.

Kampanye gizi ini penting bagi pertumbuhan bayi. Maka diharapkan, supaya bayi selalu tumbuh dengan normal sesuai dengan harapan bersama. Serta tak ada lagi kekurangan gizi di Sintang,” ada sekitar 8,9 Juta yang mengalami kurangnya tinggi badan dibandingkan dengan umurnya, itulah yang disebut stunting, jadi harus mencegahnya dari sekarang, agar anak-anak kita nanti menjadi bangsa pemenang pada 100 tahun Indonesia merdeka”, kata Jarot.
Jarot mengungkapkan bahwa sesuai data yang ada di Kabupaten Sintang menunjukkan angka stunting di Kabupaten Sintang mencapai 28% sementara data dari Departemen Kesehatan itu 44%, “Artinya kalau data di Dinas Kesehatan Sintang ada 100 orang anak dari 100 anak tersebut 28 anak itu mengalami stunting, dan kalau data dari Depkes ada 44 orang anak dari 100 anak mengalami stunting di Sintang, jadi ini merupakan angka yang buruk Indonesia”. ungkapnya.

Menurut Jarot, stunting merupakan indikator yang paling tajam untuk menilai kadar gizi seorang anak untuk di Indonesia, Kalimantan Barat, Kabupaten Sintang, “karena pada 1000 hari pertama dalam kehidupan perlu asupan gizi yang cukup, 270 hari didalam kandungan, 730 hari berikutnya kira-kira berumur 2 tahun lebih harus kita ukur tinggi badannya, jadi di Kabupaten Sintang menunjukkan anak-anak kita masih terancam masalah 1000 hari pertama, ibu hamil kurang mendapat pemeriksaan kehamilan, dan suplay taplet darah, anak-anak kita pada saat kelahiran belum semuanya dilakukan inisiasi menyusui dini, dan belum semuanya diberikan ASI eklusif sampai 6 bulan, jadi haruslah diberikan makanan bergizi”, tutur Jarot.

Jarot menambahkan untuk mencegah terjadinya stunting pada anak-anak, ada yang namanya interpensi gizi spesifik, “seperti harus memenuhi tablet penambah darah, inisiasi dini, ASI eklusif, ternyata kontribusi hanya 30% yang dapat menyembuhkan stunting, 70% nya itu dari luar seperti menjaga kesehatan lingkungan, sanitasi, jamban harus bersih, air bersih, kesehatan perumahan yang baik, bebas penyakit infeksi cacingan, dan ada hal lain yang dapat mengganggu kesehatan seperti tidak cukup karbohidrat, tidak cukup protein & lemak, jadi ini merupakan faktor utama dalam stunting”. tambahnya.

“kampanye anti stunting ini merupakan pekerjaan untuk kita semua, kita harus bekerjasama untuk mengatasi stunting ini, bersama sama masyarakat kita cegah stunting, agar Sintang menjadi bangsa pemenang, generasi pemenang yang bebas stunting”, pesan Jarot.

Dengan ini Bupati meminta, kepada para petugas kesehatan, dinas terkait agar selalu memonitor terkait masalah gizi dan stunting tersebut. “Mari kita kampanyekan bersama-sama, Gizi Nasional. Kita mau anak-anak tumbuh sehat, kuat dan pintar tentunya kualitas anak untuk membentuk generasi penerus jadi pemimpin bangsa, kelak akan menggantikan kita,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh mengungkapkan, bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sudah melaksanakan kampanye pencegahan terjadinya stunting disetiap daerah di Kabupaten Sintang 2-3 tahun yang lalu, kasus stunting yang sudah terjadi tidak bisa di obati, “jadi kita cegah stunting ini dengan memberikan ASI eklusif kepada bayi, pemberian tablet penambah darah, membiasakan pola hidup bersih dan sehat, perhatikan kebersihan lingkungan, berikan imunisasi secara lengkap, kita harus cegah itu, kalau sudah stunting tidak bisa diapa-apakan lagi, dan rata-rata di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang masih banyak balita yang stunting”, jelasnya.

Kepala BAPPEDA Sintang Kartius mengatakan
Vietnam itu merdekanya sama, tapi bedanya di negara tersebut mampu menurunkan angka stuntingnya 4 persen satu tahun. “Kenapa, yang terjadi di vietnam? itu sebenarya sederhana seperti dilaksanakan hari ini, mengkampanyekan ibu menyusui 6 bulan tanpa putus. Di sana ibu melahirkan cutinya sampai enam bulan, tidak ada alasan ibu tidak menyusui, kalau aturan di Indonesia cuti bersalin hanya 3 bulan.
Kedua, di vietnam dibentuk lembaga gizi, di indonesia tidak ada lembaga gizi, akhirnya tupoksi menkes.
Upaya yang kita lakukan rencana aksi pangan gizi (RADPG) sudah ditegaskan lagi dengan Perbup itu intruksi untuk semua OPD, untuk mendukung program pengentasan stunting,” Dan ini tidak main main dan kita mulai RKPD Pemkab sintang tahun 2019 kita sudah rumuskan menjadi penurunan angka kemiskinan dengan peningkatan infrastruktur kemudian sanitasi, optimalisasi air bersih dan peningkatan sumber energi baru dan terbarukan.”ungkap Kartiyus.

Ada sanitasi dan air bersih di situ, dalam rangka
memang banyak masyarakat yang tidak tahu soal stanting, makanya kita kampanyekan bagaimana penyadaran, karena stanting tidak bisa dobati, hanya bisa dicegah.
Pencegahan dari 1000 HPK sampai 2 tahun. Target 5 tahun kedepan diangka 30 persen. Karna penurunan tidak bisa drastis. Pasalnya usia anak sudah lewat 2 tahun, tidak bisa diobati. Kalau ibu hamil dan yang baru melahirkan itu yang bisa diatasi.

“Untuk kampanye sampai desa, untuk RAB sudah dibagi sudah dipergub. Itu perintah untuk OPD melaksanakan pencegahan stunting.”pungkasnya.

Diketahui Pemerintah Kabupaten Sintang menggandeng sejumlah pihak yakni Millennium Challenge Account (MCA) Indonesia ,PKBI Kalbar dan IMA World Health untuk menekan angka anak stunting atau kerdil melalui Peraturan Bupati sebagai payung hukum.

Penulis : Susi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top