Travel

Presiden MADN : Naik Dango Mempererat Kebersamaan

Kubu Raya – Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis membuka Naik Dango Dayak Kanayatn ke XXXIII Tahun 2018 di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Jumat (27/4).

Naik Dango Dayak Kanayatn Tahun ini diikuti kontingen dari 25 Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan dari tiga kabupaten di Kalimantan Barat yakni Kubu Raya, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak.

Mantan Gubernur Kalimantan Barat itu mengatakan, acara Gawai Naik Dango, merupakan bentuk puji syukur dan ungkapan terima kasih masyarakat suku Dayak Kanayan, atas rejeki hasil panen padi yang melimpah bagi setiap petani yang menanam padi.

“Acara Gawai Naik Dango, merupakan acara ritual suku Dayak Kanayatn, dan dilaksanakan di tiga Kabupaten Kota di Kalimantan Barat, yaitu Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Landak, “urainya.

Cornelis mengatakan bahwa masyarakat Dayak yang mau bertani padi, secara tidak langsung telah membantu Pemerintah Daerah dalam menanggulangi krisis pangan.

“Oleh sebab itu, kata dia, setiap tanah atau lahan yang kosong, masyarakat Dayak Kanayan wajib menanamnya dengan tanaman yang menghasilkan, terutama padi, “katanya.

Ketua Umum Gawai Naik Dango, Lasem, mengatakan, acara ini diikuti 25 kontingen dengan jumlah peserta mencapai 2.651 orang, serta dihadiri masyarakat sekitar, dan diperkirakan jumlah pengunjung mencapai 12.000 orang lebih.

“Dalam Gawai Naik Dango, juga di adakan 19 jenis perlombaan, diantaranya memahat, pencak silat tradisional. Melukis, sumpit, lomba bujang dan dara gawe, main panca gasing dan perlombaan tradisional lainnya, “ungkapnya.

Pj. Gubernur Kalimantan Barat Dody Riyad Madji mengatakan, acara Naik Dango adalah menghidupkan kembali tradisi leluhur yang harus dilestarikan dan dibudayakan rasa syukur kepada Tuhan/Jubata

Gubernur berharap melalui acara Gawai Naik Dango, bisa mempererat kebersamaan, menjaga keamanan dan ketenteraman bersama, sehingga makna naik dango benar-benar dimaknai dengan ketulusan hati oleh masyarakat Dayak Kanayatn itu sendiri.

(dri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top