Disdikbud Sintang Beri Pelatihan Guru Sekolah Dasar

Sintang – Guru merupakan motor dalam sebuah pembelajaran Di tangan gurulah kualitas anak didik akan dikembangkan. Sebagai kunci keberhasilan dalam pembelajaran. semestinyalah guru dapat menyajikan pembelajaran sebaik mungkin dengan berbagai metode. teknik. dan model pembelajaran yang kreatif.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Yustinus J ditemui media ini Selasa,(8/5) menyatakan bahwa pihaknya Menggelar pelatihan mutu dan kualitas pendidikan bagi Guru Sekolah Dasar selama dua hari di CU KK jalan Oevang Oeray Baning Kota Sintang.

Pelatihan metode pembelajaran tersebut berkaitan dengan pengembangan karakter menekankan kepada guru-guru terkait media model pembelajaran ,dengan sendirinya jika model pembelajaranya diberikan dengan baik tentu saja anak didik pasti menyukainya tetapi sebaliknya jika kita hanya mengajar dengan monoton maka siswa akan timbul kejenuhan dalam belajar.

“Nah maka dalam giat ini saya mengapresiasi,memberi dukungan penuh dan memotivasi kepada guru supaya dengan adanya model pembelajaran yang baru ini yang mereka dapat akan bisa diterapkan disekolah nah dengan sendirinya juga setelah guru mendapatkan strategi pembelajaran yang baik bisa membantu memotivasi pembelajaran siswa disekolah dengan baik ,”bebernya.

Demikian juga dengan sendirinya siswa yang mendapat pembelajaran baru akan dengan mudah menangkapnya.

Ilmu yang didapat guru tersebut dalam pelatihan nantinya bisa digetok tularkan kepada guru-guru yang lain yang tidak ikut pelatihan.

Dalam giat tersebut ada sekitar 80 guru SD yang diikut sertakan se-Kabupaten Sintang.

“Meskipun tidak semua guru SD kita mampu sertakan dalam pelatihan ini tetapi setidaknya 80 orang peserta sudah kita ikutkan,”ujar Yustinus.

Meski ini terbatas pesertanya Sebut Yustinus J tetapi dari jumlah tersebut dapat menyampaikan keguru lainya.

Selain itu kata Yustinus, para Pengawas juga mendapatkan program penguatan khusus para pengawas di gelar di Kabupaten Sanggau,”ini bentuk dorongan dan motivasi kita kepada pengawas karena jika tidak bisa mengikuti program pengawas tersebut maka tunjangan -tunjangan akan hilang ,”ungkap Yustinus.

Sebab itu beber dia ,pihaknya memberi dorongan kuat terhadap para pengawas tersebut supaya ikut serta dalam program tersebut.

Secara mandiri tidak dipungut biaya dan pihak Disdikbud yang mengkafer dan membiayainya.

Dalam giat tersebut bukan hanya pengawas yang dari Sintang saja tetapi dari Kabupaten Sekadau dan Sanggau dengan pola 70 jam.

“Dengan mengikuti program ini para pengawas akan mendapatkan sertifikasi,karena secara nasional rekrutmen pengawas ini belum menggunakan Diklat calon pengawas (DCP).

Hanya saja menurut Yustinus DCP ini memang belum dilaksanakan,meski didalam undang-undang sudah mengamanatkan.

Sementara program untuk Diklat Calon Pengawas belum pernah dilaksanakan termasuklah Kalimantan Barat ,meski mampu melaksanakan dengan menggandeng pihak ke tiga.

(dik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top