PPDB SMKN 1 Sintang Membludak

Sintang -Pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Negeri 1 Sintang yang terletak di Jalan MT.Haryono Km 8 Kelurahan Martiguna Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang Membludak.

Secara rinci, 1200 pendaftar SMKN 1 Sintang sementara daya tampung sebanyak 1008 siswa.

“Ya sejauh ini formulir pendaftaran yang kita keluarkan berkisar 1200 lenbar sementara yang mengembalikan 1008 siswa itu artinya ada 192 siswa yang gugur,”ujar Kepala SMKN 1 Sintang Maria Victoria pada media ini Sabtu,(7/7) sore.

Maria Victoria menuturkan, progress PPDB sudah cukup dinamis.Namun, masih banyak siswa yang tidak segera melakukan pendaftaran. Hal itu wajar, sebab mekanisme PPDB online hanya berlaku satu kali untuk satu siswa.

“Tidak ada alasan salah mendaftar. Siswa tidak bisa menarik kembali pilihannya. Jadi mereka saat ini mungkin masih merenung dan mempertimbangkan matang-matang sekolah yang akan dipilih,” ungkapnya.

Dijelaskan Maria per kelas yang mendaftar tercatat 32 pendaftar sementara aturan saat ini pemerintah tidak memperbolehkan melebihi kuota.

” Petunjuk dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Kalimantan Barat hanya 36 siswa perkelas tidak boleh lebih ,ini bertujuan untuk neningkatkan dan fokus terhadap mutu pendidikan,”ulasnya.

Selain itu juga untuk menyingkronkan dengan tenaga pendidiknya dan Dapodik ,sebab kata dia jika jumlah tenaga pendidiknya melebihi dari ketentuan maka tunjangan sertifikasinya bakal tidak dihitung.,bahkan dana bos yang dikelas tersebut juga tidak bayarkan.

“Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya ,karena sistem online ini sangat sangat transparan berdasarkan nilai UN saat SMP akan terpantau dan tidak dapat dimanipulasi,”tegasnya.

Dikatakan Maria di sekolah yang dia pimpinya memiliki lokal untuk belajar ada 45 kemudian ditambah dengan bengkel 14 berarti ada 59 ,untuk rombel ada 65 ,dari jumlah tersebut siswa ada yang ditempatkan diruang praktek,ruang teori dan juga diletakkan dilaboratorium.

“Dari jumlah pendaftar yang mengembalikan berkas SMKN 1 Sintang ini tetap mampu menampung sebab 70 persen dibengkel 30persenya dikelas.”tuturnya.

Ditambahkan Maria disekolah kejuruan yang dipimpinya saat ini telah menampung 2200 siswa termasuk yang baru.imbuhnya.

Diketahui Mulai tahun ajaran baru 2018, pemerintah (Kemendikbud) menerapkan regulasi baru dengan pembatasan pagu (daya tampung) sesuai jumlah rombel (rombongan belajar).

Aturan ini diberlakukan pada SMK akreditasi A dengan jumlah siswa lebih dari seribu pada setiap angkatan.

Untuk SMK yang masuk kriteria ini, pendaftar yang diterima harus dipangkas hanya 24 rombel. Setiap rombel masing-masing terdapat 36 siswa.

(sus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top