Kesehatan

ODGJ di Sanggau Tercatat 243 Orang

SANGGAU – Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Kesehatan berkomitmen untuk menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Komitmen ini untuk menekan adanya ODGJ yang kurang mendapatkan perhatian terutama penanganan medis.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Sanggau, Sarimin Sitepu menyampaikan pada Rabu,(11/07/200) di Kabupaten Sanggau jumlah penderita ODGJ sesuai laporan Puskesmas pada bulan Juni 2018 sebanyak 243 orang. Data ini menurut dia termasuk kasus lama dan kasus baru.

Melihat kondisi tersebut, berbagai langkahpun telah dilakukan Dinas Kesehatan yakni melalui program CERIA yaitu Conseling, Edukasi, Rehabilitasi, Informasi dan Adaptasi. Conseling dijelaskan dia, adalah bimbingan kepada pasien dan keluarganya. Kemudian, Edukasi, yaitu memberikan pengetahuan bagaimana cara perawatan jiwa dan pengobatan. Selanjutnya adalah Rehabilitasi yaitu dengan cara merujuk kasus – kasus ODGJ berat ke RSJ dan Informasi yakni memberikan informasi tentang rujukan dan kesehatan jiwa, dan terakhir Adaptasi yakni bisa diterima dilingkungannya setelah kembali di lingkungan keluarga.

Disamping itu Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan lintas sektor terkait seperti Dinas Sosial, BNNK, pihak Kecamatan, pihak Polsek dan Danramil serta Desa/Dusun. Bentuk kerjasama dimaksud, kata Sarimin adalah meningkatkan koordinasi.
“Karena masalah kesehatan jiwa ini sangat kompleks sehingga perlu melibatkan semua sektor. Misalnya dari Dinas Sosial membantu merujuk pasien dan menjemput pasien yang dinyatakan sudah sembuh. Dari pihak Kecamatan sama – sama kita melihat kelapangan kondisi pasien dan lain sebagainya,” pungkas Sarimin.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sanggau Yulianto, SP meminta Pemerintah Daerah terus menekan ODGJ di Kabupaten Sanggau. Pemerintah, kata dia, harus bekerjasama dengan berbagai pihak ternasuk para tokoh agama.
“Persoalan kesehatan jiwa ini banyak faktor, salah satunya yang paling menentukan adalah lemahnya iman. Oleh karena itu, peran tokoh agama ini sangat penting guna memberikan pemahaman agama kepada umat,” kata pecinta olah raga sepeda motor ini
.

Politisi Hanura ini juga menyebut, faktor ekonomi bisa menjadi pemicu orang dengan gangguan jiwa.
“Zaman sekarang ini, lapangan pekerjaan sangat terbatas, sementara pencari kerja terus meningkat setiap tahun, ini juga persoalan. Pemerintah harus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat agar ODGJ ini bisa ditekan,” pesan Yulianto.

(indra)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top