Politik

Keputusan Panwaslu Terkait Laporan Tim YAS Ada Yang Aneh

Foto: Abang Adi Subrata Menunjukkan Bukti SMS Undangan Klarifikasi Dari Pabwaslu Pada Tanggal 09 Juli 2018.

SANGGAU – Ada yang aneh dengan putusan yang dikeluarkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sanggau terkait laporan tim Yansen – Ason dengan nomor 06/LP/PB/Kab/20.12/VII/2018 tanggal 04 Juli 2018. Panwaslu dalam status laporannya menyampaikan laporan Tim YAS yang disampaikan Abang Adi Subrata bukan merupakam pelanggaran administrasi pemilihan. Sontak saja, keputusan tersebut membuat pelapor atasnama Abang Adi Subrata kecewa. Adi, sapaan akrabnya mengaku bahwa pihaknya melaporkan masih ada masyarakat yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya dianulir oleh Panwaslu.

“Saya sangat kecewa dengan putusan Panwaslu Sanggau yang dalam status laporan kami menyebut bahwa tidak ada masyarakat yang kehilangan hak pilihnya, itukan mengada-ngada, jelas – jelas banyak masyarakat yang kehilangan pilihnya. Jadi kerja mereka mengawasi Pemilu apa jak, jangan – jamgan hanya tidur sampai – sampai hal sekecil inipun mereka tidak tahu,” kata Abang Adi Subrata yang juga adalah Liason Officer Tim YAS kepada wartawan, Kamis (12/07/18).

Pada kesempatan bertemu wartawan Adi, sapaan akrabnya membeberkan beberapa keanehan dalam proses penanganan laporan. Pertama, pada tanggal 03 Juli, pihaknya diminta untuk menghadirkan saksi terkait laporan, namun pada saat sakso dihadirkan, tidak ada satupun Komisioner Panwaslu ditempat.
“Alasan mereka sedang berada di Pontianak. Padahal mereka sendiri yang minta saksi hadir tanggal 03. Batal diperiksa, tanggal 04 kami kembali datang dengan menbawa saksi, mengingat tanggal 04 itu adalah batas akhir menghadirkan saksi. Lagi – lagi Konisioner Panwaslu tidak berada di tempat, alasannya sama lagi di Pontianak. Akhirnya saksi batal diperiksa,,” jelas Adi

Kedua, Panwaslu memanggil pelapor via SMS dan WhastApp tepatnya pada hari Senin tanggal 09 Juli 2018 pukul 12.10 Wib. SMS pertama berisikan jadwal klarifikasi atasnama pelapor Abang Adi Subrata yang diminta Panwaslu.
“Saya minta rescedule karena masih sibuk ngurusi berkas caleg di Pontianak Dan pukul 13.49 Wib Panwaslu memberitahukan bahwa undangan diundur pada tanggal 10 Juli 2018. Pada Selasa malam sayai meminta resecedul ulang lagi ke Panwaslu akhirnya. Pada tanggal 10 juga pukul 09.00 Wib ketua kpu menelpon untuk meminta klarifikasi laproan yang sudah disampaikan ke Pqnwaslu.
“Saya bilang saya masih ada kegiatan di Pontianak. jadi minta jadwal ulang dan pada hari Rabu saya telpon Panwaslu bahwa saya sudah berada disanggau dan siap diklarifikasi. Ternyata oleh Panwaslu tidak perlu lagi karena sudah dua kali diundang tidak datang. Inikan aneh, mereka sudah tahu bahwa partai politik sibuk pada saat itu dan sengaja mengundang disaat kita sibuk. Waktu kita siap, mereka yang tidak siap, padahal itu jadwal yang kita sepakati sebelumnya, dan yang paling aneh, lembaga negara sekelas Panwaslu ngundang orang hanya pakai SMS atau WA, inikan aneh,” ungkap Adi.

Ke anehan ketiga, beber Adi, adalah terkait putusan Panwaslu yang dikeluarkan pada tanggal 07 Juli 2018. Padahal, Klarifikasi yang diminta ke pelapor disampaikan pada tanggal 09 Juli 2018.
“Inikan aneh, putusan keluar tanggal 07 Juli, undangan klarifikasi via SMS dan WhatsApp itu tanggal 09 Juli. Artinya putusan dulu baru minta klarifikasi, itukan aneh,” ujar dia.

Atas hasil laporan tim YAS yang disampaikan selalu di anulir oleh Panwaslu, Adi merasa sangat yakin bahwa Panwaslu sudah bukan lagi lembaga yang independen. Oleh karenanya, dengan bukti – bukti yang ada, tim YAS akan melaporkan Panwaslu dan KPU ke Dewan Kehornatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
“Tim kita sudah ada yang berangkat di Jakarta saat ini,” tutur Adi.

(indra)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top