Busines

Pasar Tumpah Kayong Ketapang Semakin Semerawut

KETAPANG – Keberadaan Pasar Tumpah di Pasar Kayong Kelurahan Kantor Kecamatan Delta Pawan Ketapang semakin sembrawut. Pasar yang mulai ramai sejak pukul 06.00 wib pagi tesebut tidak saja mengurangi estetika kota, namun juga menghambat arus lalu lintas.

Pengamat perkotaan, Doni Saputra dari Lembaga Swadaya Masyarakat Bina Masyarakat Mandiri (Bimma) menilai, keberadaan Pasar Tumpah tersebut sudah sangat mengganggu.

“Aktivitas pasar ilegal tersebut sudah meresahkan masyarakat, terutama penguna jalan, karena kadang parkir kendaraan roda Dua dan roda Empat tidak saja menggunakan bahu jalan, bahkan sudah parkir di jalan. tentu ini membuat arus lalu lintas menjadi macet”, ujarnya, Kamis (12/7).

Ditambakannya”, sudah seharusnya Pemkab Ketapang berkomitmen untuk menertibkan Pasar Tumpah tersebut. Apalagi dikawasan tersebut tidak saja menjual sembako namun juga bahan makanan basah seperti sayur, ikan, ayam, daging dan lainnya. Pasar tumpah di Pasar Kayong tersebut juga membawa dampak negatif dari sisi estetika kota. tidak saja, penampakan kota semakin sembrawut namun di sekitarnya ditemukan banyak sampah basah dan kering berserakan dimana mana dan berdampak menimbulkan bau yang tidak sedap.

Peran Dinas Perindustrian, perdagangan dan koperasi (Perindagkop) juga dinilai tidak berkontribusi maksimal dalam penataan para pedagang, terutama dikawasan pasar tumpah tersebut, bahkan seolah menyerahkan sepenuhnya kepada Satpol PP Ketapang.

Padahal mekanisme penertiban pasar harus diawali dari sosialisasi, himbauan, larangan, peringatan yang tahapan tahapan lainnya dari dinas teknis yang dalam hal ini adalah Disperindagkop. Setelah tindakan persuasif ditempuh, baru penegakan Perda atau keputusan Kepala daerah yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sementara itu, Kepala Satpol PP Ketapang, Muslimin yang dihubungi terpisah menyatakan bahwa sejak beberapa bulan yang lalu telah menugaskan anggotanya untuk mengamankan aktivitas di pasar tumpah tersebut.

“Setiap hari sejak pukul 05.30 wib hingga pukul 09.00 wib kami menugaskan beberapa anggota untuk PAM di sana. Tidak saja membantu mengurangi kemacetan di wilayah tersebut, anggota kita juga mencegah masyarakat pedagang untuk berjualan bahan-bahan basah seperti ikan, udang, ayam, sapi , babi dan lain-lain di pasar tumpah tersebut. Namun pedagang mensiasatinya dengan “lari-lari”. Jadi pada saat ada petugas mereka menjauh, didekati mereka kabur, setelah petugas pergi atau lewat jam 09.00 mereka menggelar dagangan kembali,” ujar Mantan Kadis Perhubungan ini.

Dikatakannya lagi, bahwa pihak Pol PP siap membantu dinas terkait, jika ingin menata, menertibkan bahkan merelokasi pasar tersebut. Secara persuasif, pol pp akan melarang pedagang mengelar dagangannya di kawasan yang tidak sesuai peruntukannya, selama ada surat dari Dinas terkait yang berwenang dalam penanganan dan pengelolaan pasar tersebut.

(Wan)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top