Politik

DPRD Sanggau Minta Pemerintah Pahami Kearifan Lokal

Foto: Jumadi, S.Sos

 

SANGGAU – Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Jumadi, S.Sos meminta pemerintah tidak serta merta melarang masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Jikapun melarang, Pemerintah harus memberikan solusi kepada masyarakat.
“Kalau memang dilarang, mestinya ada solusinya, karena berladang dengan cara membakar itu sudah menjadi tradisi sejak dulu dan dilakukan turun temurun,” kata Jumadi, Selasa (17/07/18).

Masyarakatpun diakui politisi PDI Perjuangan Sanggau itu tidak pernah membakar berlebihan. Apa yang mereka lakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Jumadi meminta Pemerintah harus memahami kearifan lokal seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Kalbar. Karena di dalamnya terkandung nilai – nilai luhur.
“Silaturahmi antar warga terjaga di saat mereka berkumpul membuka lahan, semangat gotong royongnya akan timbul karena memang begitulah tradisinya, tetangga yang membuka lahan akan dibantu oleh tetangga lainnya,” kata dia.

Disiunggung terkait tindakan tegas aparat terhadap masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, Jumadi mengaku kurang sependapat.
“Masyarakat inikan hanya menjalankan tradisi yang sudah mereka lakukan turun temurun. Dulu juga mereka lakukan itu, tidak ada kabut asap,” kata dia. Kabut asap akibat pembakaran lahan, dikatakan Jumadi bisa saja disebabkan oleh ulah oknum perusahaan perkebunan yang memanfaatkan masyarakat lokal untuk membuka lahan dengan cara yang instan.
“Kalau masyarakat saya rasa tidak mungkin, dari dulu mereka bakar lahan kok, sekarang inikan perusahaan perkebunan banyak, mungkin untuk menghemat biaya, mereka bakar lahan, masyarakat lokal biasanya yang disuruh, inikan kasihan masyarakat yang tidak tahu apa – apa menjadi korban mereka, mestinya orang – orang seperti ini yang ditindak tegas bukan masyarakat,” tuturnya.

(dra)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top