Politik

KPU Kayong Utara: Baru Dua Partai Yang Mendaftar Caleg

Kayong Utara – Sejak dibukanya pendaftaran partai Calon Legislatif peserta pemilu 2019 Hingga menjelang hari terakhir (17/7/18) baru dua partai politik yaitu Gerindra dan Nasdem yang mendaftar Calon Legislatifnya.

Ketua KPU Kayong Utara Rudi Handoko ketika dikomfirmasi (17/7) mengungkapkan”, baru Dua partai politik yang mendaftar ke KPU Kayong Utara yaitu partai Gerindra pada tanggal 16/7 kemarin dan dari partai Nasdem.pada hari ini”,ungkapnya.

Selanjutnya dikatakan hari ini adalah hari terakhir KPU Kayong Utara menerima pendaftaran hingga pukul 24.00 wib waktu setempat. Dan KPU tidak akan menerima lagi berkas pendaftaran partai politik melebihi waktu yang telah ditentukan.

“Kedua parpol yang menganjukan pencalonan sudah kita beri tanda terima pendaftaran. Sementara yang lain ada yang kita terima informasi ada yang siang ini yang akan menyerahkan berkaas. Ada juga yang sore, tapi ini pasti berubah – rubah. Dan ini tetap kita tunggu sampai akhir pendaftaran hingga jam 24.00 ,”jelasnya.

Ditambahkannya, partai politik harus memastikan berkas pencalonan baik dari partai maupun dari masing-masing calon harus benar-benar lengkap sesuai dengan syarat pencalonan yang sudah disosialisasikan sebelumnya kepada masing-masing partai politiik.

“Yang paling penting sebetulnya yang harus dilengkapi parpol Syarat pencalonan ada model B1, B2 dan B3. Nah ini harus dipenuhi sampai hari ini karena itu terkait sahnya pencalonan, dan harus lengkap hari ini sedangkan untuk berkas setiap calon yang masih ada kekurangan bisa dilengkapi selama masa verifikasi dan perbaikan nantinya”,ujar Rudi Handoko.

“Nanti kita akan menyerahkan kembali hasil penelitian berkas berkas syarat – syarat pencalonan kepada parpol, jadi apa – apa yang kurang dan yang tidak sah bisa diperbaiki lagi oleh caleg”, terangnya.

Dari dua partai yang sudah mendaftar, partai Gerinda dan partai Nasdem setidaknya ada 50 calon total yang telah didaftarkan ke KPU Kayong Utara dimana menurutnya ada beberapa persyaratan yang harus diperbaiki karena tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Seperti contohnya ada yang memberikan SKHU bukan ijasahnya. Kemudian ada juga yang kita minta surat dari pengadilan yang bersetempel basah namun yang diberikan yang foto kopi dan masih banyak lagi, dan ini masih kita verifikasi sampai tanggal 18 Juli 2018″,pungkasnya.

(Win)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top