Pendidikan

Disdikbud Sintang Kebud K-13

 

Sintang – Pemerintah telah beberapa kali menata kurikulum dan yang mutakhir yakni Kurikulum 2013. Sejak awal dicanangkan pada 2013, pro dan kontra terkait kurikulum mencuat. Mulai dari ketidaksiapan sekolah dan guru dalam mengimplementasikan karena kurangnya sosialisasi dan pelatihan, hingga rumitnya penilaian yang harus dilakukan sehingga memberatkan tugas guru.

Terlepas dari pro dan kontra mau pun persepsi yang berkembang di masyarakat, pemerintah konsisten mengimplementasikan Kurikulum 2013. Perbaikan juga terus dilakukan sejak kurikulum tersebut diterapkan di sejumlah sekolah. Selain itu, pemerintah juga terus melakukan sosialisasi dan pelatihan di seluruh sekolah sasaran.

Demikian juga di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang dengan memberi Pelatihan guru sasaran kurikulum 2013 tingkat sekolah dasar di Kabupaten Sintang pada Kamis,(19/7) di aula CU KK yang terletak di Jalan Oevang Oeray Sintang.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kevudayaan Kabupaten Sintang Yustinus kesempatan itu menyatakan bahwa semua sekolah wajib melaksanakan K-13 pada tahun 2018 ini.

“Ya ini tuntutan mengingat pada tahun 2018 ini semua sekolah harus melaksanakan K13 maka Guru-guru yang berada di 3T walaupun beulm mendapat pelatihan khusus, guru-guru tersebut juga menjadi sasaran dalam Pelatihan K13,Inti nya bahwa dengan Penerapan K13 ini diharapkan Para guru dapat merubah paradikma mangajar.”bebernya.

Ditambahkanya hal ini untuk.Merubah mainset dalam mengajar maupun yang lainnya dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

Sementara Kasi PTK Dikdas Marthalena mengatakan giat yang digelarnya dalam rangka menberi pelatihan kurikulum 2013 kepada guru pendidikan Dasar,hal ini guna mendongkrak SDM dan dan mewujudkan program tersebut agar berjalan dengan baik dikabupaten Sintang.

” Pelatihan sasaran kurikulum 2013 dengan sasaran guru SD naik kelas atas maupun kelas bawah,” ulasnya.

Hal ini lanjut dia Pemerintah telah mencanangkan program tersebut pada tahun 2018 ,semua sekolah harus sudah mengimplementasikan program tersebut namun apa yang terjadi dilapangan masih banyak sekolah yang belum menjalankan program K-13 tersebut.

“Seharusnya tahun 2013 ini kita dikabupaten Sintang sudah harus mengetrapkan program K-13 namun saat ini masih banyak sekolah SD yang belum mampu melaksanakan program tersebut,sebab itu giat pelatihan ini kita berilan untuk memotifasi tanpa menunggu bantuan dari pusat dan kita bisa mandiri untuk melaksanakan prigram tersebut,”ujarnya.

Ini mengacu pada Undang-Undang sistem pendidikan nomor 20 tahun 2003 , kemudian Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang wewenang pusat dan daerah,Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan,Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang guru,Permendikbud nomor 81 a tahun ,2013 tentang implementasi kurikulum ,permendikbud tahun 20 tahun 2016 tentang standar kompetensi guru sekolah dasar dan menengah ,permendikbud nomor 21 tahun 2016 tentang isi pendidikan dasar dan menengah ,permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar pendidikan dasar dan menengah ,permendik bud nomor 23 tahun 2016 ,tentang standar penilaian pendidikan.

Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 tersebut menyebutkan giat tersebut dikuti oleh 73 SD kelas atas dan ada 78 peserta kelas bawah.

“Giat ini dikuti 78 kekad bawah mulai dari kelas 1-3 kemudian kelas atas mulai dari Kelas 4-6 SD dikabupaten Sintang ,”ungkapnya.

Pelatihan guru SD teesebut direncanakan digelar hingga tiga hari dimulai hari ini Kamis,(19/7) dengan mendatangkan narasumber dari Lembaga Pendidikan Menengah Pertama (LPMP) Widya Iswara dan dari Instruktur nasional.

Loading...

(sus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top