Busines

Pemprov Kalbar Miliki 12 Industri Galangan Kapal

Pontianak – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kalbar Muhammad Ridwan, SH, MM mengatakan berdasarkan data yang ada pada Kementerian  Perindustrian tercatat, hingga saat ini, jumlah perusahaan galangan kapal di Tanah Air telah mencapai

250 perusahaan dengan kapasitas produksi sebesar 1 juta DWT per tahun untuk membangun kapal baru  dan mampu mencapai 12 juta DWT per tahun untuk
reparasi kapal.

“Dari jumlah ini, untuk Provinsi Kalbar sendiri, jumlahnya mencapai sekitar 12 industri galangan kapal atau doking kapal yang tersebar  di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah,
Sambas dan Ketapang,” kata Muhammad Ridwan, SH,MH, Seni ,(23/07), saat Rapat Safari Indag Sektor Maritim di PT Pelayaran Baharimas Kalimantan.

Dikatakannya, potret Industri Galangan kapat yang ada di Provinsi Kalbar ini cukup mengembirakan, karena sudah mampu memproduksi kapal berbagai jenis ukuran. Ada yang diperuntukan bagi kepentingan
latih, perintis, navigasi, niaga dan lain-lain.

Bahkan juga  telah diproduksi type atau jenis kapal keruk dengan teknologi tinggi yang dilakukan salah satu industri
galangan kapal di Provinsi Kalbar , yakni PT.
Steadfast Marine.

“Terkait dengan produksi kapal tersebut, kita yang hadir di lokasi PT. Pelayaran Baharimas Kalimantan juga  akan menyaksikan peresmian peluncuran 2 Unit Kapal  milik PT. Pelayanan Baharimas Kalimantan yakni Kapal  RP.2015 seharga Rp. 23 Miliar dengan kemapuan daya
mesin 2×1200 HP dan Kapal RP.2018 seharga Rp 8 Miliar dengan kekuatan daya mesin 2x500HP,” jelasnya.

Berkenaan dengan peresmian kedua Kapal tersebut, masih ucap Kadisperindag Kalbar, memberikan apresiasi kepada Pimpinan PT.
Pelayanan Baharimas Kalimantan beserta seluruh  karyawannya dan kepada pelaku usaha Industri maritim/perkapalan di Kalbar yang telah menggairahkan perkembangan industri ini.

“Saya berharap industri maritim/perkapalan yang ada di Kalbar bisa terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan derajat kemampuan perekonomian Kalbar maupun Nasional,” harapnya.

Selaras dengan hal ini dan sesuai tugas pokok dan fungsi yang diemban, Pemprov Kalbar melalui Dinas terkait khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi akan membantu memfasilitasi
dalam hal pengembangan, pemanfaatan dan dukungan pemasarannya, termasuk memfasilitasi permasalahan yang dihadapi sesuai kewenangan yang diatur dalam
peraturan perundang-undangan.

“Saya sekali lagi harapkan juga kerjasama yang baik dan sinergis dengan seluruh
instansi atau lembaga lain dapat semakin diperkuat, antara lain dengan Kantor Kesyahbandaran dan Ototitas Pelabuhan (KSOP), Badan Kualifikasi Indonesia (BKI),
dan Dinas Perhubungan serta lembaga terkait lainnya, sehingga berbagai permasalahan yang dihadapi sektor maritim ini  dapat segera dicarikan solusinya,” ingatnya.

Dijelaskannya, terbangunnya kerjasama yang sinergis tersebut, saya nilai sangat penting, apalagi pengembangan
ekonomi atau industri maritim di Kalbar ini
masih sangat potensial dan Saya yakin akan terus berkembang tidak hanya industri pembuatan kapal dan reparasinya saja, tetapi juga akan berkembang Pengiriman logistik /Barang Lewat Jalur Laut, Aktivitas
Perekonomian Pelabuhan, Terminal Peti Kemas, Jasa Pernavigasian Kapal, Jasa Pergudangan dan sebagainya.

Mengapa demikian, karena dalam waktu yang tidak lama lagi, PT. Pelindo II akan mulai membangun Pelabuhan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah. Pelabuhan ini merupakan salah satu proyek strategis nasional dan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan.

“Keberadaannya tentu akan memperkuat
konektivitas antarpulau, bahkan nasional dan internasional, sekaligus mendekatkan cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia,” ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perindusrian RI telah bertekad untuk terus mendorong pengembangan industri
maritim/perkapalan, karena industri ini, diharapkan dapat berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus sebagai simbol kekuatan dan kedaulatan Negara serta berperan vital untuk menyatukan seluruh wilayah Nusantara.

“Industri Maritim/perkapalan adalah manifestasi dari cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia untuk mewujudkan konektivitas antar wilayah melalui penguatan sarana transportasi laut dan distribusi logistik nasional,” katanya.

(Dik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top