Kesehatan

Aplikasi SIKEPO Harus Jangkau Perbatasan Kalbar

Pontianak – Pj Gubernur Kalbar Drs Dodi Riyadmadji, MM mengatakan Pembentukan Aplikasi Sistem Informasi Kepariwisataan, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (SIKEPO) Disporapar Kalbar ini bertujuan untuk mempromosikan dan memberikan informasi tentang kepariwisataan, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga di

Kalbar, Destinasi Digital, pasar-pasar Digital, dan mendukung daerah-daerah perbatasan Indonesia guna menggarap potensi wisata mancanegara di kawasan perbatasan
atau cross border tourism.

“Potensi cross border tourism itu sangat besar dengan tujuan menggerakkan
perekonomian masyarakat setempat. Cross Border Tourism sesuai dengan fokus Presiden Joko Widodo yang ingin menggairahkan daerah perbatasan,” kata Pj Gubernur Kalbar, Kamis (26/7), dalam sambutan yang disampaikan Asisten III Sekda Kalbar Dra Marlina, M.Si saat Soft Launching SIKEPO Disporapar Kalbar di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar.

Dikatakannya, Presiden Joko Widodo sejak awal menaruh perhatian serius kepada warga masyarakat Indonesia yang berada di pulau terluar, perbatasan, dan daerah
terpencil. Presiden ketujuh Indonesia itu hingga mengubah sebutan daerah perbatasan dari pulau terluar menjadi pulau
terdepan.

Aplikasi atau website SIKEPO ini dapat kita katakan sebagai aplikasi jaman now karena akan menyediakan media informasi dan promosi tentang kepariwisataan, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga secara digital melalui android dalam rangka mengimplementasikan program “Go Digital” terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Kalbar.

“Hanya tinggal mengunduh aplikasi SIKEPO melalui smartphone atau mengakses websitenya, kita akan mengetahui apa aja sih yang ada di Kalimantan Barat, seolah-olah Kalbar berada dalam “genggamanmu,” jelasnya.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalbar tentu saja membutuhkan kerjasama dan dukungan dari para penggiat pariwisata seperti GenPI, ASITA, PHRI, HIPMI, HPI, KONI dan organisasi lainnya yang memiliki visi misi serta tujuan yang sama untuk dapat melihat Kalbar dikenal dunia.

Seluruh operator yang nantinya akan mengoperasionalkan SIKEPO ini harus mampu bersinergi untuk dapat memperkenalkan Kalbar di mata dunia melalui kekuatan media digital. “SIKEPO memproduksi informasi seputar kepariwisataan, ekonmi kreatif, pemuda, olahraga, foto-foto, video, grafis, cerita soal destinasi wisata bahkan calender of events dan kemudian merangkul sukarelawan dari berbagai kalangan komunitas yang bergerak mempromosikan pariwisata berbasis digital,” ujarnya.

Dijelaskannya, pembentukan SIKEPO merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk menghidupkan media digital di seluruh lapisan masyarakat. Apalagi untuk memenangkan pasar pariwisata dunia,
Kalimantan Barat juga harus menguasai dunia digital.

Bidang pariwisata memberikan andil yang sangat besar dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Hal itu tidak terlepas dari banyaknya wisatawan yang datang ke negara ini sehingga dapat membuka kesempatan masyarakat dalam melakukan usaha, terciptanya lapangan pekerjaan, menambah pendapatan bagi daerah dan masyarakat.

“Saat ini berbagai model kegiatan pariwisata yang terus dikembangkan dan menjadi salah satu sektor andalan dalam
perekonomian di Indonesia. Satu jenis pariwisata yang mendapat banyak perhatian di negara ini adalah Wisata
Olahraga (Sport Tourism),” katanya lagi.

Wisata olahraga merupakan jenis perjalanan untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, baik sekedar rekreasi, berkompetisi, maupun bepergian ke situs-situs olahraga seperti sport center. Sekarang ini kegiatan wisata olahraga di Indonesia semakin maju. Semakin banyak event-event olahraga yang mengundang atlet dunia dan menghadirkan banyak penonton, seperti event Tour de Khatulistiwa di Kalbar. Event dengan skala Internasional seperti itu seharusnya lebih banyak di Kalbar, karena akan banyak memberikan dampak positif untuk kemajuan olahraga dan menarik wisatawan.

“Dampak lainnya akan dapat dirasakan langsung oleh para pelaku usaha
di Kalbar. Potensi Indonesia mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar pada wisata olahraga ini cukup besar,” jelasnya.

Pada bulan Agustus 2018 mendatang Indonesia resmi jadi tuan rumah Asian Games. Tentu saja ribuan atlet akan berpartisipasi dalam event olahraga terbesar di level Asia ini dan menjadi sorotan media seluruh dunia.

“Sebuah gelaran wisata olahraga tidak hanya terkait dengan pengembangan aktivitas olahraga semata. Sejumlah
dampak positif telah lahir dari ajang wisata olahraga dan diharapkan terus tumbuh berkembang pesat untuk menunjang
pembangunan pariwisata suatu daerah,” ujarnya.

Pj Gubernur Kalbar juga menyatakan bahwa
sentuhan wisata olahraga membawa banyak manfaat bagi ekonomi masyarakat. Melalui wisata olahraga, daerah bisa berpromosi sesuai dengan potensi sehingga muncul.efek pemasaran yang baik untuk mengajak wisatawan dan
investor ke daerah tersebut.

“Wisata olahraga juga menjadi jawaban untuk mengatasi kesenjangan sosial di masyarakat, karena pemerintah daerah mengembangkan destinasi wisata
yang ada di perdesaan dengan sentuhan sport tourism,” ingatnya.

Kemudian, wisata olahraga terbukti bisa membangun kebanggaan dan kepercayaan diri rakyat terhadap daerahnya. Warga yang berada di desa-desa bangga daerahnya dikenal publik global. Wisata olahraga menjadi sarana konsolidasi sosial untuk mendesain pembangunan berbasis partisipasi masyarakat, bukan mobilisasi massa.

“Jika ditarik lebih jauh lagi, itu akan menjadi modal sosial (social capital) yang sangat
berharga untuk membangun daerah,” pesannya.

Provinsi Kalbar ini menyimpan banyak tempat-tempat wisata eksotis yang luar biasa. Perpaduan konsep wisata dan olahraga yang bisa menghasilkan banyak dampak positif untuk kesejahteraan sosial-ekonomi di masyarakat. “Hanya tinggal
bagaimana kita dapat memanfaatkan potensi yang ada,” ajaknya.

(Dik)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top