Nasional

Bupati Sanggau Lepas 109 CJH Asal Sanggau

Foto: Bupati Saat Melepas CJH Asal Sanggau

SANGGAU - Bupati Sanggau, Paolus Hadi melepas 109 Calon Jamaah Haji (CJH) asal kabupaten Sanggau yang akan berangkat ke tanah suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Pelepasan yang dihadiri ratusan penghantar tersebut dilaksanakan di halaman kantor Bupati Sanggau, Senin (30/07/18).

“Saya hari ini melepas CJH asal Sanggau, ada 109 CJH. Saya berpesan agar menjaga kekompakan, hindari hal-hal yang dilarang, sebagaimana yang sudah diungkapkan Menteri Kesehatan yang berkaitan dengan adanya penyakit menular dari suatu binatang (Onta), ” pesan Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat melepas CJH, Senin (30/07/18).

Selain itu, kata PH sapaan akrabnya, CJH juga diharapkan saling membantu antar sesama jamaah dan jaga nama baik Sanggau. “Lakukan ibadah sebagaimana yang sudah diatur, ” pungkasnya.

Untuk itulah, PH mendoakan,, jamaah haji asal Sanggau bisa menjadi haji yang mabrur. Masyarakat kabupaten Sanggau terutama keluarga mendoakan mereka supaya bisa selamat dalam menjalankan ibadah hajinya terlaksana dengan lancar.

“Masyarakat Sanggau berharap juga doa dari para jamaah haji, untuk kesejahteraan masyarakat dan juga untuk para pemimpinya supaya selalu dijalan yang benar, ” ujarnya.

Hadir dalam pelepasan JCH, Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi, Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Herry Purwanto, Plh Kakan Kemenag Sanggau, Ahmad Saukani, Sekda Sanggau, AL Leysandri dan pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Sanggau dan undangan lainya.

Plt Kakan Kemenang Sanggau, Akhmad Saukani menerangkan, bahwa dari 109 CJH yang berangkat, tertua berusia 78 tahun atas nama Marjunib Bin Ibrahim dan termuda berusia 28 tahun atas nama Melani Nauli binti Sulpan Nauli Lubis.

“Jumlah CJH tahun 2018, kuoatanya 110 namun yang berangkat 109 karena yang satu orang itu ada mahramnya, sehingga dia tidak bisa berangkat tahun 2018. Untuk CJH laki-laki 52 orang dan perempuan 57 orang, ” katanya, Senin (30/07/18).

Dikatakanya, yang menjadi kendala dilapangan nantinya terutama di Arab Saudi, mengingat ada beberapa jamaah yang berusia lanjut dan masih membawa kursi roda. Untuk itu, pihaknya dari Kemenag meminta supaya tetap berkoordinasi, saling membantu supaya jamaah yang berusia lanjut bisa terlayani dan bisa melaksanakan kewajiban-kewajiban hajinya. “Ada tujuh CJH yang menggunakan kursi roda.

Ia menjelaskan, kemungkinan kedepanya, Kemenag akan meninjau ulang. Tahun 2018, yang seharusnya berangkat 110 ternyata yang berangkat 109 orang.

“Nanti kita akan koordinasi ke Seksi Haji, sehingga tidak ada kececeran, ini kan kececeran satu orang ni, karena CJH yang bersangkutan itu memaksakan diri untuk berangkat bersama isteri, sehingga sampai habis batas waktu dan tidak bisa lagi untuk diberangkatkan. Dan memaksakan diri untuk masuk di tahun 2018, tapi kenyataan kuota dalam Siskoat itu sistematis dan tak bisa kita main-main dengan sistem itu, maka 109 yang berangkat. Jadi yang bersangkutan mundur ditahun 2019 untuk diberangkatkan menunaikan ibadah haji, ” tuturnya.

(dra)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top