Nasional

Tergiur Gaji Besar, Lima Orang Calon TKI Diamankan Petugas Dijalur Tikus.

Foto: Lima Orang Korban Human Trackfiking Yang Diamankan Petugas Saat Mencoba Masuk ke Malaysia.

SANGGAU – Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap birokrasi perlindungan dan penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri menjadi biang maraknya kasus humas trackfiking di tanah air. Tergiur dengan upah yang besar mendorong para korban masuk dalam jaringan illegal international tersebut.

Seperti yang dialami empat orang warga asal Sukabumi Jawa Barat Gunawan (25), Saepuloh (49), Amsir (53), M. Saleh (52) dan Denni Suhendar (37).
“Kami dijanjikan RM 200 perbulan,” kata Amsir kepada wartawan disela – sela prease releas pengungkapan TKI iLegal yang dipimpin Kapolres Sanggau, AKBP. Imam Riyadi didampingi Kapolsek Entkong Ahmad Siddiq dan Kasat Reskrim Polres Sanggau M. Aminuddin, Rabu (01/09/18) pagi.

Mereka diamankan Anggota Kepolisian yang sedang berpatroli di jalur tikus, Jumat (27/07/18) sekitar pukul 13.30 Wib.
“Mereka diamankan petugas saat akan masuk ke Malaysia melalui jalur tikus yang berada di sebelah kanan PLBN Entikong yang terletak di belakang Pasar Baru, pada saat menaiki bukit pertama telah mengamankan lima orang yang diduga akan bekerja ke Malaysia tanpa menggunakan dokument yang sah dan dua orang sebagai petunjuk jalan atasnama Rinto dan Agus Febiansyah,” kata

Usai memeriksa dokumen kependudukan korban, selanjutnya ke tujuh orang tersebut di amankan ke PLBN Entikong untuk diinterogasi dan dari hasil keterangan dari 2 orang sebagai petunjuk jalan atasnama Rinto dan Agus Febiansyah diperoleh informasi bahwa yang memyuruh mereka untuk mengantar masuk ke lima orang yang diduga Calon TKI illegal tersebut ke wilayah Tebedu Malaysia adalah tersangka AV.
“Selanjutnya anggota Polsek Entikong melakukan pencarian terhadap AV dan akhirnya yang bersangkutan ditemukan,” katanya. Selanjutnya ke-8 orang tersebut dibawa ke Polsek Entikong untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dan AV warga Entikong sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres.

Saat ini, pihak Kepolisian sedang memburu pelaku lain yang diduga menjadi penyalur TKI ilegal.
“Masih kita kembangkan, penyalurnya sedang kita buru,” tegad Kapolres.

(Fai/dra)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top