Regional

Bongkar Ruko Pedagang Tanpa Solusi, Pedagang Tuding Pemkot Pontianak Arogan

Foto: salah satu ruko di Jalan Soedarso dibongkar Pemkot Pontianak

Pontianak – Rencana pemerintah kota Pontianak ingin membangun jalan lingkar kota untuk mengurangi kemacetan di depan RSUD Soedarso dan membangun rumah sakit 12 tingkat yang berakibat akan dibongkar sekitar hampir 60 ruko pedagang sembako, tempat foto Copy dan warung kopi dipinggir bantaran parit Soedarso mendapatkan komplen dari sejumlah pedagang.

Salah satu pedagang sembako dan tempat foto copy di ruko depan RSUD Soedarso, Zeky ketika dikonfirmasi oleh media ini pada Sabtu,(04/08/2018) mengatakan, informasi akan dibongkar nya ruko yang sudah ditempatinya hampir 10 tahun sudah lama, pemberitahuan itu dari RSUD Soedarso, namun langkah RSUD Soedarso akan membongkar ruko yang sehari-hari untuk mencari nafkah untuk sesuap nasi itu dipertanyakan nya.

“Urgensi ruko ini akan dibongkar ini kenapa, kalau memang dikatakan kumuh kan bisa dirapikan selain itu kalau alasan mau dibangun jalan lingkar untuk mengurangi kemacetan di daerah ini tidak pernah terjadi kemacetan kecuali simpang Polda dan simpang jalan imam Bonjol,” ujarnya.

Tolonglah Pemkot bertindak yang manusiawi jangan membongkar tempat berdagang warga tanpa memberikan solusi tempat berdagang yang baru, itukan namanya arogan, kalau mau ditertibkan tolong Carikan solusi kepada pedagang yang hampir 60 ruko,”tukasnya.

Terpisah pemilik ruko yang lain, Lasmita menyayangkan sikap Pemkot kota Pontianak yang melakukan pembongkaran ruko tempatnya usaha laundry tanpa memberikan tempat usaha yang baru. ” Kalau mau menertibkan tolonglah disediakan tempat yang baru Jagan asal bongkar,” ucapnya sembari meneteskan air mata.

“Saya ini tinggal disini sudah puluhan tahun awalnya membuka usaha minuman karena sepi kita ganti usaha laundry baru saja usaha laundry mulai berjalan tiba-tiba Pemkot main bongkar, proses pembongkaran juga tidak ada dialog terlebih dahulu kepada para pedagang tiba-tiba sudah dibongkar.

Setelah suami saya sakit tempat usaha laundry ini tempat untuk menghidupi anak-anak. Kalau sekarang dibongkar terus kelangsungan hidup keluarga kami bagaimana,”keluhnya.

Sementara salah satu anggota asosiasi pedagang Soedarso Hutabarat turut angkat bicara terkait langkah Pemkot Pontianak membongkar ruko pedagang didepan RSUD Soedarso, menurutnya langkah Pemkot membangun jalan lingkar didukungnya namun ia meminta agar para pedagang tetap berdagang di ruko tersebut. Kalau memang ruko dianggap kumuh silahkan dirapikan agar tidak terlihat kumuh, tapi jangan membongkar dengan tidak memberikan solusi,”ungkapnya.

Wacana Pemkot akan memberikan solusi tempat tinggal di rusun dengan tegas oleh Hutabarat meolaknya, karena ruko itu untuk tempat tinggal sementara para pedagang belum ada kepastian dan kejelasan akan dipindahkan kemana.

Terpisah Walikota Pontianak Sutarmidji ketika dikonfirmasi oleh media ini via WhatsApp belum dibalas nya.

(Dri)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top