Nasional

Polisi Sanggau Kembali Amankan Lima Calon TKI Asal Kubu Raya

Foto: Kapolres Saat Memberikan Pembinaan Kepada ke Lima Orang Korban Calon TKI Ilegal Yang Gagal di Berangkatkan ke Malaysia.

SANGGAU – Bisnis penyeludupan tenaga kerja indonesia (TKI) ke Malaysia ternyata masih menjadi incaran para pelaku kejahatan ini. Pasalnya, dari bisnis ini, para pelaku bisa meraup untung yang cukup fantastis, bahkan memcapai puluhan juta rupiah. Untuk meminimalisir kejahatan tersebut, Polres Sanggau dibantu Unit Kerja Lapangan (UKL) yang dibentuk Seminggu lalu berhasil menggagalkan upaya penyeludupan calon TKI ilegal asal Kubu Raya di jalur perbatasan, Sabtu (04/08/18) pukul 02.30 Wib. Mereka yang diamankan adalah Panji, Marto, Sukria, Nawewi dan Abdurrahman.

“Lima orang yang kita amankan berasal dari Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya. Mereka diamankan dalam sebuah razia yang kita tingkatkan terutama di jam – jam rawan di dalam sebuah bus dari arah Pontianak yang hendak menuju ke Entikong,” kata Kapolres saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Sanggau, Senin (06/08/18).

Ke lima calon TKI ilegal tersebut adalah korban kejahatan dari pelaku. Berdasarkan introgasi, mereka rencananya akan dikirim ke Malaysia tanpa dokumen resmi.
“Mereka hanya dibekali pasport kunjungan kerja. Alhamdulillah mereka berhasil kita amankan karena masuk tanpa melalui prosedur yang berlaku,” kata Kapolres.

Selain mengamankan lima orang korban, polisi berhasil mengamankan tersangka berinisial PD, warga Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya. Dari hasil pemeriksaan, tersangka menjanjikan kepada para korban bekerja di perusahaan perkebunan sawit dengan gaji RM 2500 tiap bulan.

Kapolres kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan termakan bujuk rayu para pelaku kejahatan yang menjanjikan gaji besar di Malaysia.
“Kita tidak mau warga kita nanti di kejar – kejar polisi disana. Kemaren ada TKI kita yang dipulangkan sudah menjadi mayat, itu yang tidak kita inginkan. Modus yang terjadi biasanya pasport TKI kita ini ditahan oleh majikan, mestinyakan pasport itu dipegang oleh yang bersangkutan, tidak boleh orang lain yang megang,” jelasnya.

Sementara itu, Panji, salah satu korban saat diwawancarai media menyampaikan persoalan ekonomi menjadi pertimbangan dirinya bersedia menerima tawaran pelaku. Ia pun mengaku, dirinya dan kawan – kawannya yang lain dibantu Rp 12 juta oleh pelaku untuk mengurus administrasi keberangkatan.
“Pakai uang dia (pelaku) ngurus pasport dan lain – lain, inikan berdsasarkan kesepakatan bersama dan kami urus sama – sama juga di Singkawang,” jelas dia.

Panji mengaku tergiur dengan gaji yang ditawarkan pelaku.
“Kami terus terang tergiur dengan gaji yang ditawarkan,” terangnya. Pada kesempatan itu, Panji dan kawan – kawannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Kepolisian yang telah mengingatkan mereka sekaligus mengagalkan keberangkatan mereka sehingga mereka tidak sampai menjadi korban di negara terangga.

Ditemui wartawan, tersangka PD membantah mendapatkan imbalan dari Cukong jika berhasil memasukan para korban ke Malaysia.
“Tidak ada imbalan,” kilahnya. Dihadapan para awak media tersangka mengaku mendapatkan modal Rp 12 juta untuk membiayai pengurusan administrasi ke lima korban dari hasil mengdaikan emas keluarganya.
“Modalnya saya dapat dari gadaikan emas bibi saya,” ungkapnya.

(dra)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top