Hukrim

Bejat! Bocah Difabel Disetubuhi Berulang Kali di Ketapang

KETAPANG – Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi di wilayah hukum Polres Ketapang. Kali ini terjadi pada NH (17) yang merupakan penderita Difabel tega disetubuhi oleh DG (40) warga Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) yang menurut pengakuan dari korban kalau pelaku sudah lima kali melakukan hal tersebut.

Saat memberikan keterangan dikepolisian Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Ketapang, Harlisa yang ikut mendampingi korban menjelaskan bahwa dari pengakuan korban dirinya sudah beberapa kali mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari pelaku yang merupakan tetangga korban.

“Pengakuan korban sudah 5 kali disetubuhi oleh pelaku dan kejadian tersebut berulang-ulang kali sejak bulan puasa hingga setelah lebaran,” katanya, Kamis (9/8).

Ia melanjutkan, pelaku mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang ketika pertama kali melakukan perbuatan kejinya dan pelaku selalu melakukan askinya di dapur rumah korban ketika rumah korban dalam keadaan sepi.

“Korban tinggal bertiga sama ibu dan adiknya, sang adik juga difabel sedangkan ibunya kerja ke ladang dari pagi sampai sore, jadi pelaku selalu menjalankan aksinya ketika ibu korban pergi bekerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaku sendiri kemungkinan sudah memantau kondisi dan situasi rumah korban lantaran dari pengakuan warga setempat pelaku sering duduk-duduk didepan rumah korban diduga untuk memantau situasi sekitar dan memastikan ibu korban sudah pergi keladang.

Aksi bejat pelakupun akhirnya mulai tercium lantaran korban yang awalnya takut akhirnya bercerita kalau dirinya akan berteriak kalau pelaku kembali mengganggu dirinya sehingga menimbulkan kecurigaan bagi keluarga korban. Akhirnya aksi pelaku terbongkar ketika dipergoki langsung ibu korban yang melihat pelaku didalam rumah korban dan hendak membaringkan korban.

“Saat itu pelaku mengira ibu korban sudah keladang, jadi dia masuk hendak melakukan perbuatannya, ketika ibu korban masuk kedalam rumah mempergoki pelaku hendak membaringkan korban, dari situlah semua terbongkar hingga akhirnya abang kandung korban langsung melaporkan kejadian ini ke kepolisian setempat,” jelas Harlisa.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat mengatakan
kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh abang kandung korban pada Minggu (5/8) di Mapolsek MHS. Dalam keterangan pelapor kalau kejadian tersebut terungkap lantaran ibunya mempergoki pelaku hendak melakukan aksinya.

“Ketika dipergoki pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang, kemudian abang korban bertanya kepada korban apakah pernah diperlakukan serupa dan diakui korban pernah sebanyak 5 kali dari bulan puasa 2018,” katanya.

Diterangkannya, setiap kali melakukan perbuatannya pelaku selalu membujuk korban dengan mengiming-imingi memberikan imbalan sejumlah uang.

(Wan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top