Hukrim

Heboh! Ketua FPRK Ketapang Diamankan Polda Kalbar

KETAPANG – Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) Isa Anshari diamankan dan dibawa oleh pihak Krimsus Polda Kalbar ke Mapolda Kalbar pada Jum’at (24/8) dinihari. Isa Anshari akan menjalani pemeriksaan terkait adanya laporan oleh Mantan Gubernur Kalbar CR mengenai video yang pernah dibuat Isa Anshari pada tahun 2017 silam yang mengajak CR melakukan duel.

Saat dikonfirmasi, Ketua FPRK, Isa Anshari mengaku tidak menyangka tim dari Polda Kalbar langsung datang ke kediamannya dibackup oleh anggota Polres Ketapang yang hendak membawa dirinya ke Pontianak atas dasar laporan CR yang menganggap dirinya telah melakukan tindak pidana penghinaan terhadap CR.

“Setelah saya tanya ternyata kasus saya mengenai laporan CR terhadap video saya tahun 2017 lalu mengenai yang menantang CR duel sampai mati,” katanya, Kamis (23/8) malam dikediamannya sesaat sebelum dibawa ke Mapolres Ketapang.

Ia melanjutkan, sebagai orang yang berakal tentu dirinya memiliki alasan jelas mengapa membuat video tersebut, hal itu dilakukannya lantaran kesal terhadap apa yang dilakukan Mantan Gubernur Kalbar yakni melakukan pidato yang mengatakan diri sebagai provokator sehingga berbuntut terjadilah pengusiran ulama yakni TZ di Kabupaten Sintang bahkan terjadi kembali pengusiran ulama di Supadio Kalbar yang dinilai akibat ulah pidato CR.

“Bagi saya ulama itu adalah simbol, saya sebagai umat kesal dan gerah apa yang dilakukan CR yang saat itu juga membuat kondisi Kalbar sempat tidak kondusif, jadi tentu ada sebab akibat, jangan aparat hanya melihat video saya tanpa menelusuri kenapa video itu ada,” katanya.

Ia menambahkan, bahkan saat itu banyak umat muslim melalui Forum Umat Islam Bersatu Kalbar yang membuat laporan ke Polda Kalbar atas apa yang sudah dilakukan CR namun sampai saat ini tidak ada kejelasan dan kepastian hukum dari laporan tersebut, bahkan dirinya bersama dengan masyarakat Ketapang ada melaporkan CR ke Mapolres Ketapang namun ditolak lantaran dengan alasan laporan sudah di Polda.

“Saya taat hukum, hanya saja saya melihat tidak ada keadilan hukum dinegeri ini, CR yang dengan jelas melakukan provokasi dan membuat suasana tidak kondusif bebas dan tak tersentuh hukum, itu sama saja mempertontonkan kepada masyarakat bahwa keadilan tidak ada, slogan negara sebagai negara hukum yang katanya akan menegakkan hukum walau langit runtuh tidak berlaku di Kalbar,” nilainya.

Hal ini, semakin terbukti dengan dilakukannya penahanan terhadapnya, terlebih kasus yang menimpanya seolah dengan cepat diproses oleh aparat hukum. Ia menjelaskan sepengetahuan dirinya laporan polisi terhadap dirinya tertanggal 21 Juli dan saat itu juga keluar surat perintah penyidikan dan pada tanggal 24 Juli Surat Perintah Dimulai Penyelidikan (SPDP) dikirim ke Kejaksaan sehingga dalam kurun waktu beberapa hari laporan terhadap saya diproses.

“Dalam waktu 3 hari saya ditetapkan sebagai tersangka tanpa diperiksa, begitu cepat, sedangkan laporan terhadap CR sampai sekarang bagaiamana kabarnya. Inikah keadilan,” tanyanya.

Ia mengaku, kalau pada pemanggilan pertama terkait laporan terhdap dirinya memang tidak memenuhi karena ada sesuatu dan lain hal, namun dirinya berkomitmen datang pada pemanggilan kedua, hanya saja surat pemanggilan kedua untuk dirinya diterima pada Kamis (23/8) sekitar pukul 12.00 WIB.

“Waktu pemanggilan dalam surat hari kamis (23/8) pukul 09.00 pagi, sedangkan suratnya saya terima dua kali yang pertama dari JNE pukul 11.00 lewat kemudian ada dari Polres Ketapang menyampaikan surat yang sama sekitar pukul 12.00 WIB. Makanya sempat saya tanyakan soal ini,” akunya.

“Jadi intinya apapun itu saya siap dipenjara tapi saya minta CR juga diproses dan dipenjara, itu baru keadailan. Di negara semua sama dimata hukum jangan mentang-mentang CR mantan gubernur, punya kekuasaan lalu ada pembedaan dimata hukum,” ketusnya.

Usai memberikan keterangan pers, Ketua FPRK Isa Anshari mengikuti aparat kepolisian ke Mapolres Ketapang guna dilakukan pemeriksaan awal. Ratusan masyarakat yang mendukung Isa Anshari turut hadir mengawal Isa ke Mapolres Ketapang dan berkumpul ke Mapolres Ketapang hingga dinihari.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat melalui Humas Polres Ketapang, Iptu Muthalib mengatakan kalau persoalan kasus yang menimpa Ketua FPRK ditangani langsung Polda Kalbar.

“Dari proses penjemputan dirumah hingga sampai ke Polres, dalam hal ini Polres Ketapang hanta membackup Polda saja, dan terkait kasusnya apa yang bisa menjelaskan Polda Kalbar,” tukasnya.

Terpisah Deni Amiruddin, SH pihak kuasa hukum Isa Anshari ketika dikonfirmasi oleh media ini via telepon genggam membenarkan kliennya diamankan polisi Polda Kalbar terkait kasus video mengajak duel mantan gubernur Kalimantan Barat CR,” iya benar informasi tersebut. Namun kita juga meminta hukum berlaku adil, jangan hanya klien kita yang diproses saudara CR juga harus diproses terkait video pidato CR yang beredar di YouTube,”tukasnya.

Hingga berita ini ditulis pihak kepolisian Polda Kalbar belum bisa dikonfirmasi, Kabidhumas Polda Kalbar AKBP Nanang Purnomo dikonfirmasi oleh media ini via WhatsApp belum dibalas, ditelpon juga belum diangkat.

Loading...

(dri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top