Busines

Warga Perbatasan Krisis Listrik, Sehari Diresmikan Mesin PLTS Rusak

SANGGAU – Warga perbatasan tepatnya di Desa Pala Pasang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat saat ini mengalami krisis listrik. Mereka sangat membutuhkan listrik dari PLN. Desa ini diketahui memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), namun untuk kebutuhan listrik di wilayah yang berpenduduk 300 Kepala Keluarga dengan 1.163 jiwa tersebut masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH).

“PLTMH sekarang macet, soalnya kemarau, debit air sungai kecil dan tempat penampungan airnya bocor. Sempat kami perbaiki sama warga tapi masih merembes,” kata Antonius Angew, Kepala Desa Pala Pasang, Rabu (29/8/2018).

Ditanya tentang pemanfaatan PLTS didesanya, Anton menjawab, mesin PLTS tersebut rusak sehari setelah diresmikan. Menurutnya, pihak desa berupaya berkoordinasi dengan bidang ESDM Pemda Sanggau agar menyampaikan kepada penyedia untuk diperbaiki.

“Informasi dari penyedia, mereka mau perbaiki tapi minta kami yang biayai transportasi dan akomodasi mereka kesini. Biayanya Rp10 juta. Kami bingung biaya segitu darimana, anggaran desa (APBDes) tidak boleh dipakai untuk membiayai transportasi teknisi,” bebernya.

Karena itu, Anton mengharapkan pemerintah daerah dapat mendorong PLN menyediakan listrik didesanya. Pihak desa, dikatakannya, sudah mengajukan ke PLN namun belum ada tanggapan. Saat ini, sebagian warga Pala Pasang menggunakan lampu emergency isi ulang sebagai penerangan sementara.

“Untuk isi ulang dayanya warga menumpang sama yang punya genset, atau mereka cas dayanya ke Entikong. Harapan kami PLN tanggap dengan kebutuhan listrik didesa kami,” tuturnya.

(dra)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top