Busines

Gunakan Sistem Bioflok Petani Ikan Lele di Sintang Pendapatanya Meningkat

Sintang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) tengah mengembangkan potensi perikanan air tawar. Satu di antaranya, yakni mengembangkan ikan lele menggunakan sistem bioflok.

Kepala DKPP Kabupaten Sintang Zulkarnaen mengatakan, saat ini sudah ada beberapa kelompok pembudidaya ikan lele yang menggunakan sistem bioflok. Diantaranya yang saat ini dikembangkan, seperti Desa Binjai Hilir Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang.

“Saat ini memang masih sedikit. Tapi, kami terus mengembangkan pembudidayaan ikan lele menggunakan sistem tersebut (bioflok),” ucap Zulkarnaen.pada media ini Rabu,(19/9).pagi.

Saat ini benih ikan lele jumbo itu dipasok dari Salam Raya Kecamatan Sungai Tebelian.

“Bibit benih dari Solam Raya,hasil panenya tak sampai terjual keluar,cukup masyarakat sekitar saja itupun masih kurang,”terang Zulkarnaen.

Selain praktis, kata Penyuluh Perikanan Kecamatan Binjai Lina Masitah , budidaya lele dengan sistem bioflok juga memiliki berbagai keunggulan lainnya. Di antaranya hemat lahan, hemat air, padat tebar (2.000 dimeter dua meter), efisiensi pakan, kesehatan ikan, dan tekstur daging yang lebih hygienis dan baik.

“Kenapa lebih hemat lahan, sebab kolam yang digunakan bisa menggunakan terpal. Sehingga tidak usah membuat balongan yang luas,” ungkapnya.

Sistem bioflok merupakan model pemeliharaan ikan lele dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengolah limbah menjadi gumpalan kecil. Sehingga bisa bermanfaat sebagan pakan alami ikan. Dengan demikian, pengeluaran pembudidaya dalam pembelian pakan bisa lebih irit.
“Untuk itu, kita kan mendorong kepada pembudidaya ikan (terutama lele) untuk bisa beralih pada sistem bioflok. Sehingga bisa meminimalis biaya pengeluran,” ungkapnya.

Untuk hasil produksi ikan lele milik Kelompok tani Tanjung Harapan Binjai Hilir Kabupaten Sintang , mencapai 821 kg dari modal 150 kg Jumlah tersebut merupakan produksi pola semi bioflok

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tanjung Harapan Yusuf pembudidaya ikan lele menggunakan sistem semi bioflok mengaku lebih praktis ketibang menggunakan kolam permanen atau balong.
Selain praktis, dirinya tidak perlu menggunakan lahan yang banyak dalam pembudidayaan tersebut. “(Budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok) praktis. Jadi tidak perlu lahan yang luas, cukup di depan rumah juga sudah bisa,” jelasnya.
Menurut dia, pembudidayaan lele menggunakan sistem bioflok juga sangat bersih. Pasalnya, secara keseluruhan pakan lele menggunakan pelet. Selain itu, hasil yang didapat juga lebih maksimal.

“Ya untuk sejauh ini lumayanlah. Yang jelas budidaya lele menggunakan sistem bioflok lebih praktis, enggak terlalu capek dan tingkat kematian ikanya juga sedikit,” jelasnya.

Bahkan, budidaya ikan lele menggunakan bioflok mampu memberikan keuntungan yang lebih dari hasil produksinya. “Ada peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen dari pada budidaya non bioflok atau biasa. Meskipun panen agak lama, tapi hasil produksi atau kualitas lele lebih maksimal,” pungkas dia.

Turut hadir saat panen yakni Ketua KTNA Sintang,Camat Binjai
kades Binjai Hilir serta seluruh kelompok yani dan PPL.

(susi)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top