Pendidikan

Perguruan Tinggi Widya Dharma Wisuda 738 Mahasiswa

Pontianak – Perguruan Tinggi Widya Dharma melaksanakan wisuda tahun akademik 2017/2018 di Gedung Pontianak Convention Center, Senin (24/9).

Pada wisuda ini, Perguruan Tinggi Widya Dharma meluluskan 738 Mahasiswa yang terdiri Prodi Manajemen 303 mahasiswa, Prodi Akuntansi 191 mahasiswa, Prodi Sistem Informasi 108 mahasiswa, Prodi Teknik Informatika 33 mahasiswa, ASM 80 mahasiswa dan ABA 23 mahasiswa.

Dari 738 orang wisudawan, terdapat
Enam orang wisudawan terbaik dari enam program studi, yang terdiri dari
Program studi Manajemen S1 atas nama Hansen Wijaya IPK 3,98, Program Studi Akuntansi S1 atas nama Natalia Dewi IPK 4.00, Program studi Sistem Informasi S1 atas nama Claudia Zagieta Riusia IPK 3,89,
Program studi Teknik Informatika S1 atas nama Rudi Santoso IPK 3,99, Program studi Manajemen Perkantoran D Ill atas nama Erica Aurelia  IPK 3,98 dan Program studi Bahasa Inggris D Ill atas nama Susi Susanti IPK 4.00.

Ketua Yayasan Widya Dharma P Widjaja Tandra, SH, MM mengatakan di zaman yang semakin global ini, banyak sekali tantangan yang muncul. Batas-batas dunia semakin kabur. Globalisasi sudah dan sedang bergerak dalam era baru ini.

“Kita berkompetisi bukan hanya secara lokal, melainkan sudah global. Kemajuan teknologi bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, berbagai produk teknologi telah meringankan manusia melaksanakan pekerjaan. Di sisi lain, teknologi yang
dikenal dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dapat menggantikan peran/posisi manusia sehingga tenaga manusia tereduksi lebih dari 80%. Hal ini tentu akan mengguncang model bisnis tradisional,” kata P Widjaja Tandra, SH, MM.

Dikatakannya, Prinsip yang akan berlaku adalah Survival Of The Fittest yang bisa bertahan hidup adalah orang yang paling cocok atau paling mampu beradaptasi.

Untuk memperoleh daya saing yang kuat, wisudawan semua harus terus kreatif dan
inovatif. Jangan anggap tantangan ini sebagai hambatan, melainkan anggaplah sebagai peluang. Di dunia ini banyak orang gagal meraih peluang, karena peluang selalu datang dengan “pakaian”, “baju” kesulitan. Banyak orang gagal karena takut dan gampang putus asa menghadapi kesulitan.

“Anda harus berani menghadapi kesulitan. No pain, no gain. Dalam dunia yang semakin global, satu hal yang tak boleh dilupakan generasi muda adalah
patriotisme/nasionalisme. Kita harus ikuti arus globalisasi, namun jati diri sebagai bangsa Indonesia jangan sampai luntur. Di mana pun kelak kaliannberkarya,” jelasnya.

Ketua Yayasan Widya Dharma juga meminta para wisudawan dan wisudawati untuk tetap mengingat empat pilar berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila; UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Globalisasi dan patriotisme bukanlah pilihan dilematis. Kita tetap menjadi Indonesia meskipun sepak terjang
kita sudah mengglobal,” ingatnya.

Perguruan Tinggi Widya Dharma Pontianak terus membenahi diri untuk mempersiapkan putra-putri Kalbar agar memiliki daya saing yang tinggi. Wisuda ini adalah yang ke-29 sejak wisuda perdana pada tahun 1990. “Saya menyampaikan ucapan selamat kepada mahasiswa/i yang diwisuda,” ucapnya.

Wakil Gubernur Kalbar Drs H Ria Norsan, MM, MH mengatakan apa yang para Wisudawan dan wisudawati raih bukanlah akhir dari pendidikan yang telah dijalani.

“Jadikanlah momen ini adalah sebagai awal karier para Wisudawan dan wisudawati untuk berkiprah di bidang pendidikan,” kata Drs H Ria Norsan, MM, MH saat hadiri Wisudawan dan wisudawati di PCC.

Dikatakannya, ilmu pengetahuan juga harus terus ditingkatkan dan diikuti dan jangan sampai ketinggalan ilmu pengetahuan.

“Kalau sekarang sudah S1/DIII, maka kita harus terus tingkatkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” Ingat Wagub Kalbar.

Para wisudawan dan wisudawati, mantan Bupati Mempawah juga meminta untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Ilmu selalu berkembang. Jangan sampai kita tidak mengikuti perkembangan pendidikan. Kalau kita ketinggalan, maka kita akan teringgal,” pesannya.

Disamping itu, para wisudawan dan wisudawati untuk tidak melupakannya Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Selain kita berkarier, kita juga mengabdikan diri  kita kepada masyarakat dan kepada Bangsa dan negara,” ujarnya.

Perkembangan Perguruan Tinggi memerlukan penataan kelembagaan yang mampu mengatasi dinamika tantangan daya saing ke depan.

“Keberhasilan mengatasi tantangan daya saing harus dilandasi oleh adanya keunggulan kompetitif yang melekat pada perguruan tinggi tersebut,” jelasnya.

Dikatakannya, keunggulan kompetitif dilandasi oleh sehatnya organisasi Perguruan Tinggi dan kegiatan yang
fokus dan terarah sehingga seluruh sumber daya yang ada dapat diarahkan untuk mencapai kemajuan yang signifikan.

Organisasi yang sehat juga dicirikan oleh adanya pemanfaatan bersama terhadap sumber daya yang dimilikinya (resource sharing) sehingga tercapai tingkat efisiensi yang tinggi yang pada gilirannya akan mampu meningkatkan kemampuan bersaing Perguruan Tinggi tersebut.

“Saya percaya, Perguruan Tinggi Widya Dharma telah berupaya secara optimal meningkatkan kualitas lulusannya dan meningkatkan citra Iembaga ini. Kualitas lulusan terus ditingkatkan karena tuntutan globalisasi di berbagai aspek semakin terbuka dan ketat menuntut pula daya saing yang tinggi,” jelasnya

Upaya-upaya yang dilakukan harus dinamis, kreatif dan antisipatif melalui peningkatan dan pengembangan program antara lain penyediaan fasilitas pendukung proses pembelajaran, penerapan menejemen, metode dan sistem pembelajaran modern, sistem evaluasi, peningkatan profesionalisme dosen dan penyediaan buku-buku pelajaran yang berkualitas.

“Saya minta seorang sarjana seharusnya mampu menunjukkan kedewasaan dan
kematangan dalam bertindak maupun dalam mengambil keputusan. Setelah diwisuda, Wisudawan-Wisudawati akan memasuki masa pembuktian. Pembuktian atas pengetahuan dan kompetensi yang
telah dipelajari di bangku perkuliahan,” ingatnya.

(Andika)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top