Kesehatan

Yonif 511/DY Evakuasi Penderita TBC Akut

Foto: Klaudius Godi, Penderita TBC Saat Dievakuasi Petugas Pamtas Yonif 511/DY.

SANGGAU – Satgas Pamtas Yonif 511/DY melakukan evakuasi terhadap penderita penyakit TBC akut di Dusun Segumon Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau atasnama Klaudius Godi (18). Evakuasi dilakukan ke Puskesmas setempat, Rabu (26/9/2018).

“Kondisinya lemah karena tidak mau makan, setiap makan muntah dan sulit bernafas, jadi kita evakuasi ke Puskesmas di Balai Karangan untuk mendapatkan pengobatan disana. Tubuhnya sangat kurus sekali,” kata Dokter Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Letda CKM Ketut Agus Suardaya kepada wartawan saat mendampingi evakuasi.

Dijelaskan dia, dari pemeriksaan luar tubuh, penyakit TBC yang menggerogoti Godi kemungkinan sudah menginfeksi paru-paru remaja ini. Menurut Ketut, ada suara kasar di paru-parunya yang menjadi tanda terdapat infeksi di organ tersebut.

Foto: Dokter Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Letda CKM Ketut Agus Suardaya Saat Melakukan Pemeriksaan Awal Terhadap Klaudia Glodi Pasien Penderita TBC Akut.

“Tadi sudah saya periksa, ada suara kasar dari paru-parunya. Kemungkinan itu karena infeksi, tapi untuk memastikan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Yang pasti dari pengamatan medis, kondisinya sangat lemah, ada penurunan berat badan signifikan,” kata Ketut.

Penyakit yang diderita Godi mulai menunjukkan gejala ketika dia berusia 15 tahun. Saat itu, dia sering demam dan batuk. Ibunda Godi, Magdalena sudah berupaya mengobati putra pertamanya ini, namun karena keterbatasan biaya, Godi akhirnya hanya dirawat dirumah saja.

“Dia ini sudah pernah dibawa ke Puskesmas, terus dibawa ke (RSUD) Sanggau ndak sembuh. Waktu berobat itu biaya sendiri, disuruh 50 kali suntik, satu hari satu kali suntik, tapi saya ndak ada uang. Bapaknya Godi sudah meninggal dari dia umur tiga tahun, saya kerja (buruh) harian lepas,” ujar Magdalena.

Magdalena menerangkan, sebelum dievakuasi Godi hanya bisa terbaring diruang tamu rumahnya yang juga menjadi kamar. Sempat terfikir oleh perempuan 46 tahun ini untuk membawa Godi ke Rumah Sakit dengan modal Kartu Indonesia Sehat (KIS) miliknya, namun karena KIS hanya menanggung biaya pengobatan, niat itu diurungkannya.

“Berobat itu memang pakai (dijamin) BPJS, tapi ongkos pulang pergi kesananya, makan minum disana itu yang berat. Sejak sakit Godi sudah ndak sekolah, dulu masih sekolah di SMA 1 Sekayam, waktu naik kelas tiga sakitnya parah, ndak sekolah lagi,” pungkasnya.

Kabar kondisi kesehatan Godi yang butuh penanganan serius ini pun terdengar sampai ke Komandan Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Letkol Inf. Jadi. Danyon Pamtas itu lantas memerintahkan tim kesehatannya melakukan penanganan dan evakuasi segera.

Perhatian dan reaksi cepat Yonif 511/DY terhadap Godi mendapat apresiasi dari masyarakat disekitar tempat tinggalnya. Tokoh masyarakat Segumon, Sumito menyampaikan terima kasih atas kepedulian Yonif 511/DY.

“Keluarga dan masyarakat disini sudah berusaha mengobati dengan bermacam cara, tapi tidak sembuh-sembuh, sampai hari ini ada bantuan dari TNI mudah-mudahan ada perubahan. Saya ucapkan terima kasih kepedulian TNI dengan warga kami, Tuhan yang balas budi baiknya,” kata Sumito sambik tak mengucapkan terimakasih kepada TNI.

(dra)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top