Busines

Solar di Sanggau Langka, Kadin Minta Pemerintah Carikan Solusi

Foto : Ilustrasi

SANGGAU – Dalam sepekan terakhir BBM jenis solar sangat susah ditemui. Kelangkaan tersebut disebabkan gangguan distribusi akibat musim kemarau yang membuat debit air sungai surut. Tidak hanya dikelukan masyarakat, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sanggau Nur Kurniawan juga mengeluhkan kelangkaan tersebut.

“Dalam beberapa minggu ini memang terlihat bahwa kelangkaan solar yang menyebabkan antrian di sejumlah SPBU terutama bagi kendaraan yang menggunakan mesin diesel, saya kemaren siang menyempatkn diri ke salah satu SPBU yang ada di Sanggau dan mendapat informasi dari pengelola, bahwa antrian ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari pertamina, yang pada hari normalnya biasa mendapat 16 ton (2 mobil tangki) sekarang hanya di jatah 8 ton (1 mobil) saja,” kata Wawan sapaan akrabnya, Jumat (28/9’2018).

Dikatakan Wawan, kalau memang terjadinya kelangkaan di karenakan permukaan sungai yang dangkal disebabkan kemarau yang terjadi tempo hari, maka bisa di pastikan setiap tahun akan terjadi lagi seperti ini.

“Karena memang sungai kita hampir setiap tahun mengalami pendangkalan saat musim kemarau, artinya tidak ada solusi atau belum ditemukan cara lain agar suplai BBM bisa lancar. Mestinya Pemerintah dan Pertamina mencarikan solusi agar persoalan klasik ini tidak mengganggu distribusi BBM kepada masyarakat,” pintanya.

“Apalagi saya sudah mendengar keluhan beberapa kawan-kawan di Kadin terutama pengusaha yang bergerak di bidang Logistik (expedisi) yang pada umumnya menggunakan kendaraan diesel, merasa sangat di rugikan kaena tidak bisa mengatur jadwal tepat waktu untuk angkutan logistik, dikarenakan harus mengantri lama di SPBU. Yang kita takutkan bisa jadi ada efek terhadap kenaikan harga karena pasokan yang terlambat, terutama barang-barang pokok dan bisa saja mempengaruhi sistem stok barang dipasar yang bisa digunakan alasan oleh para spekulan untuk menaikkan harga barang, walaupun sampai saat ini harga barang masih normal,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Zainal membenarkan terjadinya keterlambatan pasokan solar ke SPBU. Hal ini dikarenakan suply BBM yang biasanya dengan ponton langsung ke Sintang untuk melayani kebutuhan BBM Kabupaten Sintang, ke Hulu dan Melawi saat ini semuanya disuply dari jobber yang ada di Sanggau

“Ini karena air sungai yang surut sejak musim kemarau sehingga ponton tidak bisa lewat, akibatnya terjadi antrean yang cukup lama saat pengisian BBM di jobber Sanggau,” jelasnya..

Terkait persoalan terganggunya distribusi, pihaknya, kata Zainal sudah berkoordinasi dengan pertamina selaku badan usaha yang bertanggung jawab untuk kelancaran pendistribusian BBM ini untuk meningkatkan jam operasi jobber sanggau selama ponton belum bisa langsung ke Sintang.

“Alhandulillah, info yang kita dapat dari pertamina, jobber standby 24 jam. Harapan kita semoga permukaan air sungai naik dan ponton BBM lancar sampai Sintang dan distribusi BBM solar Kabupaten Sanggau normal kembali,” harapnya.

Dia menambahkan, saat ini kuota BBM tertentu jenis solar di Kabupaten Sanggau 29.452 KL cukup untuk tahun 2018. Realisasi 3 bulan terakhir solar yakni bulan Juni sebanyak 2.344 KL, Juli sebanyak 2.960 KL dan Agustus sebanyak 3.192 KL.

(dra)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top