Hukrim

Tim Gabungan di Entikong Ringkus BIN Gadungan

SANGGAU - Tim gabungan yang terdiri dari BIN, BAIS, TNI, SGI Kodam XII/Tanjungpura, Satgas Pamtas Yonif 511/DY dan Polsek Entikong mengamankan satu orang yang mengaku anggota BIN yang diduga Gadungan bernama KA (53). Namun, setelah dilakukan pemeriksaan yang intensif, petugas tidak menetapkan Khairil Anwar sebagai tersangka.

"Sementara tidak bang, karena tidak ada pengaduan kejahatan," kata Waka Polsek Entikong IPTU. Eeng Suwenda kepada wartawan, Jumat (28/9/2018) sore.

Dikatakan Eeng, KA adalah warga jalan Dharma Putra Gg. Dharma Putra 15 RT/RW 002/028 Desa Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara Kalbar. Ia diamankan di PLBN Entikong pada hari Jumat (28/9/2018) sekitar pukul 09.00 Wib

Kronologis penangkapan, dikatakan Eeng yakni pada pukul 09.00 Wib anggota security Imigrasi Entikong yang sedang bertugas jaga di pos pemeriksaan melihat satu orang pelintas batas dari arah Malaysia berjalan ke Indonesia. Karena merasa mencurigakan, maka selanjutnya oleh Anggota Security Imigrasi Entikong menegur dan menanyakan tentang paspor, namun orang tersebut tidak dapat menunjukkan paspor dan mengeluarkan KTP serta Kartu Anggota BIN, karena merasa curiga selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada Tim Gabungan.

Selanjutnya pelintas batas tersebut dibawa ke Kantor Pelayanan Imigrasi di PLBN Entikong dimintai keterangan oleh Tim Gabungan. Dari tangan Khairil Anwar, Polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya satu buah KTP atasnama tersangka, satu buah lencana bertuliskan Detektif swasta investigasi mandiri dan satu buah KTN BIN.

Menurut pengakuan dari KA bahwa Ia berangkat pagi dari Pontianak naik Bus PO SJS jurusan Pontianak - Kuching dan turun di PLBN Entikong untuk mengambil titipan dari anaknya yang sekolah di Kuching berupa Gula, Millo dan Sabun asal Malaysia.

Kepada petugas, Ia mengaku memperoleh KTA BIN dari Alex dan Reimon.
"Berawal dari pertemuan Khairil Anwar sekitar 7 tahun yang lalu itu pada saat yang bersangkutan berobat alternatif ke Eyang Agung di Karawang Jabar, kemudian yang bersangkutan bertemu dengan Alex dan Reimon, dimana Alex dan Reimon mengaku sebagai Anggota BIN dan menawarkan untuk menjadi Anggota BIN kepada KA dengan biaya pembuatan KTA BIN sebesar Rp 250.000. Selanjutnya ia berminat dan dalam waktu 2 bulan KTA BIN tersebut sudah jadi," beber Waka.

Menurut keterangan KA bahwa dari awal kepemilikkan KTA BIN sekitar 7 tahun yang lalu tidak pernah menggunakannya untuk hal-hal yang merugikan orang lain.
"Dia menyampaikan dengan KTA BIN dapat mempermudahkannya dalam urusan tertentu, karena menurut Alex dan Reimon bahwa dengan KTA BIN tersebut apabila menemukan informasi atau hal-hal yang mencurigakan supaya melaporkan ke kepolisian terdekat," ujarnya.
"KA tidak dilakukan penahanan karena tidak ada korban namun dia kita berikan sangsi wajib lapor oleh pihak Polsek Entikong," terangnya.

(dra)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top