Politik

Jelang Pemilu Sutarmidji Minta Kampanyekan Visi Misi

Pontianak – Gubernur Kalbar H Sutarmidji meminta menjelang Pemilu Pilplres dan Pileg 2019 agar mengkampenyekan visi, misi dan Program kepada masyarakat.

“Saya harap pada Pileg dan Pilpres, terutama pada masa kampanye nanti, hendaknya para Calon dapat menyampaikan Visi dan Misi serta  menjual  Program untuk menyakinkan masyarakat,” kata Sutarmidji, Minggu (30/9)  pada Acara Dekrasi Pemilu Damai 2019 di Taman Budaya Pontianak.

Dikatakannya, siapapun yang berkeinginan menjadi anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota hendaknya yang disampaikan dan dijual kepada masyarakat Program, apa yang kan kita lakukan ketika kita menjadi Anggota DPR, DPRD Provinsi  DPRD Kabupaten/Kota.

“Visi misi ini lah yang harus disampaikan ,  supaya masyarakat terbiasa, dan kita melakukan edukasi politik, “ saya tidak pernah menyampaikan kampanye negatif untuk siapapun kepada Pilkada kemarin. Pada hal peluang itu ada, tapi saya tidak mau melakukan itu, saya katakan keapda semua tim saya, apapun yang dikatakan orang tentang saya dan Pak Norsan  senyumkan saja, jangan ditanggapi dan diladeni, itu hanya mengabisi waktu dan energi dan semua itu tidak akan mendapatkan simpati masyarakat, contoknya kalau kita menanggapi kampanye  negatif  terlalu berlebihan, tidak akan mendapat simpati dari konsektuen, jadi sampaikan dan pahami  masalah apa yang diadapi masyarakat,karena  kita hadir sebagai penyelenggara  negara untuk menyelesaikan  masalah yang dihadapi masyarakat.  Ketika kita memberikan solusi  dan memberikan visi misi kita  untuk menyelesaikan masalah mereka,” saya yakin itulah yang kan menjadi pilihan mereka, “tegas Midji.

Disamping itu, Gubernur Kalbar juga berharap, bahwa pelaksanaan Pilpres dan Pileg di Kalbar dapat berjalan aman, damai dan lancar.

“Saya yakin bahwa Pilpres dan Pileg di  Wilayah Kalbar berjalan Aman. Kita berkaca dari pelaksannaan Pilkada dibandingkan dengan Pilpres dan Pilek  yang dipredeksi rawan namun dapat berjalan aman, damai dan  kondusif,” jelasnya.

Kepada pihak penyelenggara pemilu, Mantan Wali Kota Pontianak mengatakan, berdasarkan pengalaman Pilkada, yang harus siap itu Panwaslu dan KPU. Yang rawan itu  biasanya di Panwas, karena jika pelanggaran terjadi  tidak disikapi dengan bijak, pelanggaran bukan berarti seharusnya dengan penegakan hukum.

“Kalau dengan hal- hal sepele kenapa tidak dimusyawarahkan, kenapa harus dibesar besarkan, nah kadang itu yang menimbulkan sedikit ketegangan, “ ini pengalaman, “jelas Midji.

Deklaras Damai ditandai dengan membubuhkan tanda tangan  Gubernur, Kapolda, Pangdam serta para pimpinan partai peserta para calon Legislatif, juga hadir anggota DPR RI, Ketua DPRD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama yang menyampaikan Doa masing masing Tokoh Agama.

(Andika)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top