Nasional

Tsunami Terjang Palu, Bocah SD di Sanggau Sumbangkan Uang Jajan

Foto: I'il Saat Menyumbangkan Uang Jajannya Untuk Korban Gempa di Palu dan Donggala

SANGGAU – Seorang bocah Sekolah Dasar (SD) di Perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat rela menyumbangkan uang jajannya untuk membantu korban terdampak gempa dan tsunami yang menerjang Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat lalu.

Bocah bernama I’il (6) tersebut menyerahkan langsung uang jajannya kepada relawan di posko penggalangan dana untuk korban gempa tsunami Palu dan Donggala di depan Pos Kotis Satgas Pamtas, Jalan Lintas Negara Malindo Entikong, belum lama ini.

Saat ini, I’il masih duduk di Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Entikong. Kepada wartawan Ia mengaku prihatin atas musibah yang terjadi di Palu dan Donggala yang meluluhlantakkan wilayah tersebut.

“Sumbangan untuk gempa, kasihan. Semoga semuanya selamat (dan) sehat,” kata I’il yang diantar ibunya ke posko penggalangan.

Sementara itu, penggalangan dana bagi korban terdampak gempa tsunami di Palu dan Donggala ini digagas Komandan Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Letkol (Inf) Jadi dan Forkompimcam Entikong. Aksi ini lantas diakomodir bersama oleh Yonif 511/DY, Polsek Entikong serta relawan.

“Kami hanya mengakomodir masyarakat perbatasan yang punya niat membantu saudara-saudara kita di Palu dan Donggala yang sekarang sedang tertimpa musibah. Dana yang terkumpul nanti kami salurkan ke bank yang bisa menyalurkan donasi dari masyarakat perbatasan,” ujar Dansatgas Pamtas Yonif 511/DY, Letkol (Inf) Jadi.

Dia menuturkan, aksi ini mentargetkan pengumpulan donasi dalam bentuk uang untuk disalurkan kepada korban bencana di Sulteng. Aksi yang berlangsung hingga tanggal 6 Oktober nanti tersebut, tambahnya, diharapkan dapat menguatkan rasa kepedulian warga perbatasan terhadap duka yang dirasakan masyarakat Sulteng dan Indonesia ini.

“Selain target fisik berupa dana, target nonfisik yang kami harapkan dari aksi ini adalah terwujudnya kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di Palu dan Donggala,” tuturnya.

(dra)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top