Nasional

Ini Alasan Gapoktan Punggur Maju Bersama Gugat BPN Kubu Raya

Kubu Raya – Karena sering di intervensi dan di ganggu ketika menggarap lahan oleh orang yang yang tidak dikenal dengan membawa sertifikat tanah, akhirnya Gabungan kelompok tani Punggur Maju Bersama menempuh jalur hukum dengan menggugat BPN Kubu Raya ke Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak pada Tanggal 16 Agustus Tahun 2018.

Ketua kelompok tani Punggur Maju Bersama Saeman ketika dikonfirmasi oleh media ini via telepon pada Jumat,(05/10/2018) mengatakan, langkah hukum menggugat BPN Kubu Raya ke PTUN Pontianak yang dilakukan nya bersama anggota kelompok tani yang lain wujud warga yang patuh hukum demi untuk mencari keadilan dan mempertahankan tanah garapan yang sudah digarap sejak tahun 1980.

“Saya sebagai warga yang patuh hukum langkah menggugat BPN Kubu Raya saya rasa ini yang paling tepat karena saya masih yakin hukum panglima tertinggi Untuk menegakkan kebenaran, sampai di manapun hak-hak anggota kelompok akan kita perjuangkan,”Ujarnya.

Lebih lanjut, Saeman mengisahkan historis ia bersama anggota kelompok tani yang lainnya menggarap lahan yang saat ini di gugat nya di PTUN Pontianak yang berada di Jalan Ahmad Yani III pada Tahun 1980 itu masih hutan, bagaimana hutan bisa diterbitkan sertifikat kan aneh.

Berangkat dari fakta hutan ada sertipikat inilah kita bersama anggota kelompok tani Punggur Maju Bersama menggugat BPN Kubu Raya. Semoga PTUN Pontianak nantinya bisa menjadi pengadilan yang bisa mengadili perkara yang seadil-adilnya.

Terpisah petugas Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kubu Raya Mustafa ketika dikonfirmasi oleh media ini mengatakan, lahan dari ujung Wonodadi II hingga ke Jalan Sekunder C sudah ada pemiliknya, sekitar 80 hingga 90 % sudah ada sertifikat. Proses penerbitan sertifikat nya sejak tahun 1980 dan hingga saat ini, namun Mustafa meminta kepada media ini meminta klarifikasi kembali ke bidang pengukuran tanah supaya mendapatkan informasi yang valid.

Ketika media ini hendak mengklarifikasi ke bidang pengukuran petugas satpam mengatakan petugas ukur sedang tidak berada ditempat begitu juga bidang sengketa lahan juga sedang keluar.

Selanjutnya media ini mencoba mendatangi kantor Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak di Jalan Ahmad Yani 1, namun sayangnya petugas di bidang perkara perdata sedang berada di luar, salah satu petugas PTUN menyarankan agar media ini kembali lagi pukul 14.00 wib.

(Dri)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top