Hukrim

Terbongkar, Pengelola Parkir RSUD Soedarso Dimintai Setoran

Foto: Suhartono Sukran koordinator pengelola parkir RSUD Soedarso Pontianak.

Pontianak – Penertiban lahan parkir di lingkungan Rumah sakit RSUD Soedarso menuai protes dari koordinator pengelola parkir lantaran penertiban lahan parkir untuk pembangunan jalan Pararel belum memberikan solusi.

Dibangun nya lahan parkir ini untuk jalan Pararel pada intinya kita sangat mendukung, namun tolong pihak RSUD Soedarso mencarikan solusi untuk lahan parkir yang baru, Supaya para pekerja parkir tidak kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Karena satu-satunya pendapatan tukang parkir ini ya dari memarkir untuk menghidupkan anak dan istri.

“Kalau sekarang tempat parkir ini ditertibkan belum ada solusi lalu bagaimana dengan nasib para tukang parkir selanjutnya,”ucap Suhartono Sukran koordinator Pengelola parkir di depan RSUD Soedarso pada Selasa,(09/10/2018) kepada wartawan.

Lebih lanjut, Suhartono Sukran mengatakan, kalau kegiatan parkir yang dikelolanya memiliki ijin dari pihak RSUD Soedarso sejak tahun 2009 hingga saat ini.selain adanya ijin lahan parkir yang dikelolanya melalui koperasi oleh oknum petugas RSUD Soedarso dimintai setoran setiap bulannya dengan nilai yang fariasi, pungutan yang dilakukan oleh petugas RSUD Soedarso juga ada tanda terima menggunakan beberapa kwitansi.

“Kalau nantinya mengenai penertiban lahan parkir ini tidak ada solusinya dari pihak RSUD Soedarso kita terpaksa akan membawa permasalahan ini ke jalur hukum,”Ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan kota Pontianak Utin Srilena ketika dikonfirmasi oleh media ini mengatakan, lahan parkir ditertibkan karena kegiatan nya diatas jalur hijau atau lahan fasum, sesuai prosedur dan aturan tanah fasum tidak boleh dibangun dalam bentuk apapun.

Menanggapi adanya pungutan oleh oknum RSUD Soedarso, Utin Srilena Mengatakan, kalau masalah parkir di depan RSUD Soedarso sebelumnya ada perjanjian dengan pihak Rumah sakit. Tapi Utin Srilena mengaku tidak mengetahui isi perjanjian tersebut.

Foto: Pembongkaran lahan parkir di depan RSUD Soedarso Pontianak.

Selanjutnya, Lurah Bangka Belitung Laut (BBL) Junarta Mengatakan, kalau lahan parkir di depan RSUD Soedarso diatas lahan fasum dan secara aturan tidak boleh dilakukan kegiatan atau pembangunan.kedepanya ia menghimbau kepada masyarakat supaya tidak melakukan pembangunan di lokasi fasum karena lahan fasum itu milik pemerintah,”Ujarnya.

Sementara Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Pontianak Sukri menuturkan, pembangunan jalan Pararel di depan RSUD Soedarso panjang nya sekitar 1 km.dan sebelum dilaksanakan pembangunan sudah dilakukan sosialisasi terlebih dahulu baik kepada para pedagang dan pemilik kios, sehingga kegiatan pembangunan jalan lancar dan para pemilik kios membongkar kios nya sendiri,”pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis pihak RSUD Soedarso belum bisa dikonfirmasi, media ini sudah berusaha meminta konfirmasi namun pihak humas sedang rapat.

(Dri)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top