Nasional

Sejumlah Warga Kembali Geruduk Kantor Gubernur Kalbar

Pontianak – Puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD) kembali menggelar Aksi unjuk rasa di depan gedung kantor gubernur Kalimantam Barat, Selasa (9/10/2018).

Kedatangan para warga tersebut merupakan lanjutan dari aksi pada Senin (8/10) sebab belum ada tanggapan yang serius dari gunernur Kalbar.

“Saya ingin gubernur memberikan tanggapan di depan kita. Kalau Sutarmiji benar gubernur Kalbar, maka temui kami, beri tanggapan atas demo kami. Kami perlu menuntut hak-hak kami. Kami jauh- jauh dari pedalaman ingin tau alasan gubernur terkait pencoretan APBD,” tutur Yohanes salah satu peserta aksi dari Kabupaten Landak.

Massa kali ini diperkirakan lebih ramai ,mereka mendatangi kantor gubernur dengan menggunakan bus. Beberapa orang turun membawa kertas karton penuh dengan tuntutan, dan selebihnya berteriak mengikuti arahan orator.

Aksi yang digelar oleh beberapa perwakilan daerah ini menuntut alasan gubernur terkait pencabutan APBD. Menuntut dana untuk pembangunan jembatan gantung, memperbaiki jalan, dan kepentingkan rakyat lainnya. Hal ini di sampaikan oleh Jumardi dalam orasinya.

“Anggaran daerah 2018 tadinya sudah di tanda tangani oleh gubernur, tau-tau sekarang udah di coret anggaran kami. Kami disini perlu jawaban yang kongkrit. Alasannya apa sampai di cabut. Kami yang dari perdalaman ini pun menjadi terlantar”, kata Jumardi.

“Kami hanya manusia biasa, tenang saja kami tidak akan bersikap anarkis. Kami hanya ingin bersilaturahmi dengan gubernur kami. Orang yang pernah kami pilih beberapa waktu lalu. Padahal pembangunan daerah sudah di rencanakan, tapi mengapa malah anggaran tersebut di pindahkan ke yang lain”, tambahnya.

Dalam hal ini peserta aksi berharap gubernur keluar, dan memberi komentar atas aksi yanh mereka lakukan. Bahkan seorang peserta mengancam aksi ini akan terus berjalan sampai dua tiga hari kedepan, dengan masa yang berkali-kali lipat jika hal ini masih belum di tanggapi oleh Sutarmiji.

Sutarmiji sendiri selaku gubernur Kalimantan Barat sedang tidak berada di kantornya ketika aksi tersebut berlangsung.

“Kami akan terus melakukan aksi sampai gubernur kalbar datang memberi penjelasan kepada kami. Atau kami akan datang dengan masa yang lebih banyak,” ungkapnya.

(Fai)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top