Kesehatan

RSAU dr. M. Sutomo Gelar Inhouse Training

Kubu Raya – Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. M. Sutomo terus berupaya meningkatkan kualitas para personelnya di bidang kesehatan dan penanganan medis.

Setelah sukses melaksanakan pendidikan latihan (Diklat) tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD), Cuci Tangan dan Penanggulangan Pertama Patah Tulang. Kali ini RSAU Lanud Supadio yang dipimpin Mayor Kes dr. Yanuar Tirtajaya, Sp.OT menggelar kegiatan Inhouse Training bertajuk Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Aula RSAU dr, M. Sutomo Lanud Supadio, Kamis (24/10).

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RSAU dr. M. Sutomo Mayor Kes dr. Yanuar Tirtajaya, Sp.OT mengatakan untuk meningkatkan profesionalisme para personel rumkit maka dilaksanakan berbagai macam pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan.

Hal ini dimaksudkan untuk merefresh pengetahuan yang telah didapat dibangku pendidikan atau bagi personel yang belum mengetahui tentunya dapat menambah ilmu pengetahuan.

“Dengan seringnya melaksanakan pelatihan seperti ini tentunya para personel akan lebih memahami akan tugasnya sehingga diharapkan dapat melakukan penanganan medis yang baik dan benar sehingga berdampak positif bagi keselamatan pasien,” jelas Karumkit.

Loading...

Pelatihan seperti ini, lanjut Mayor Kes dr. Yanuar Tirtajaya, Sp.OT akan terus dilaksanakan dan diikuti oleh personel rumkit Lanud Supadio baik anggota tetap maupun para honorer. Hasil yang didapat dari pelatihan tentunya untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada keluarga besar Lanud Supadio dan masyarakat.

“Kami terus berbenah baik sarana dan prasarana serta meningkatkan mutu pelayanan. Hal ini sejalan dengan misi dan visi rumkit Lanud Supadio,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Serka Handoko selaku narasumber menerangkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) merupakan kebijakan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang bertujuan agar semua rumah sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fanyankes) lainnya dapat melaksanakan PPI sesuai standar yang sudah ditetapkan.

“Dengan adanya kebijakan dari Kemenkes ini maka mewajibkan setiap rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya harus melaksanakan PPI dan pimpinan rumkit harus membentuk Komite dan tim PPI dalam pelaksanaan PPI dan menempatkan IPCN (Infection Prevention and Control Nurse) purnawaktu,” terangnya.

(dik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top