Hukrim

Proyek Jaringan Pipa PDAM Pontianak Sebesar Rp 20 Miliar Dipertanyakan?

Foto: Proyek Pengembangan sistem penyediaan air minum di Jalan Imam Bonjol Pontianak.

Pontianak – Proyek pembangunan Jaringan pipa untuk pengembangan sistem penyediaan air minum, Kota Pontianak yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat di beberapa titik dipertanyakan oleh aktivis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia.

Pasalnya, proyek yang bersumber dari Kementerian PUPR sebesar Rp 20 Miliar tersebut tidak terlihat dipasang papan plang proyek dan pemasangan pipa jaringan kedalamanya dilapangan ada yang berukuran 50 cm dan 70 cm.

“Saya tidak melihat adanya pemasangan papan plang proyek sebagai bentuk ketrasparan pelaksanaan proyek jaringan pipa ini.padahal didalam aturan plang proyek itu wajib untuk dipasang supaya masyarakat bisa mengetahui sumber dana, jumlah anggaran dan pelaksana proyek jaringan pipa ini,”ucap aktivis LPPN-RI Sarmaji kepada media ini Senin,(5/11/2018) di Pontianak.

Kepada Dinas PUPR Provinsi Kalbar, tolong transparan mengelola keuangan negara yang diperuntukkan untuk proyek karena uang yang dikelola itu dari uang rakyat yang membayar pajak,” jadi pengelolaan nya harus transparan dan jelas supaya bisa dipertanggungjawabkan,”ujarnya.

Terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalbar Uray Asikin ketika dikonfirmasi oleh media ini mengatakan, proyek sistem pengembangan penyediaan air minum dibiayai oleh Kementrian PUPR, nilai pagu dananya kurang lebih Rp 20 Miliar, Tahun anggaran 2018 dan pelaksananya tersebar di beberapa titik di kota Pontianak.

Sementara untuk pemasangan jaringan pipa secara teknis kedalamnya bervariasi ada yang 50 cm dan bisa lebih tergantung situasi dilapangan. Karena dilapangan ada akar pohon dan jaringan kabel optik, jadi pamasangan jaringan pipa mesti hati-hati, karena kalau sampai terkena jaringan kabel optik biaya perbaikan nya mahal dan untuk papan plang ada kok kita pasang dilapangan.

“Untuk pelaksanaan kegiatan pengembangan sistem penyediaan air minum sudah dilaksanakan sesuai spesifikasi yang ada,dan proyek akan berakhir pada akhir bulan Desember Tahun 2018,”ujarnya.

Sementara Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pontianak Lajito,St ketika dikonfirmasi oleh media ini via telepon membenarkan kalau proyek pemasangan pipa proyek PDAM, tapi pelaksanaan nya di Satker Provinsi Kalbar, “iya proyek ini proyek PDAM untuk pengembangan sistem penyediaan air minum untuk meningkatkatkan layanan dan cakupan 100 % kota Pontianak,”ungkapnya.

(Dri)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top