Nasional

Gubernur Kalbar: Tiga Desa di Sungai Kakap Layak Jadi Desa Mandiri

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji ketika menghadiri Robo-RoboPariwisata Robok di Sungai Kakap

Pontianak – Gubernur Kalbar H.Sutarmidji mengatakan Budaya Robo-Robo merupakan upacara tolak bala oleh masyarakat adat Bugis percampuran Melayu yang mana upacara ini digelar pada hari Rabu pekan terakhir bulan Safar penggalan tahun Hijiriah, Rabu (7/11).

H.Sutarmidji mengungkapkan budaya robo-robo ini berkembang di pusat kerajaan agama islam yang ada di kalbar.“Robo-robo ini berkembang di pusat kerajaan islam yang ada di Kalbar, nah kaitan dengan ini saya berkunjung ke sini (Desa Pungur. Red) karena saya melihat kembali kita melakukan sosialisasi desa mandiri. Ini Desa Punggur Besar, Punggur Kecil dan Punggur Kapuas itu sudah sangat layak menjadi Desa Mandiri,” ungkap H.Sutarmidji, saat menghadiri kegiatan Robo-Robo di Desa Punggur Kecil Kabupaten Kubu Raya.

Lanjutnya, desa yang ada di punggur kecil, punggur besar dan punggur Kapuas sudah sangat layak menjadi desa mandiri serta sangat layak menjadi wilayah kecamatan baru yang ada di kabupaten Kubu Raya.

“Saya (Gubernur Kalbar.red) pak Kapolda dan bapak Pangdam bertekad kita dari satu sekarang harus jadi 200 bahkan 400 desa untuk mewujudkan desa mandiri dalam waktu lima tahun kedepan, dan saya yakin bisa” tegasnya.

Sesuai dengan indikator desa mandiri, ketiga desa yang ada di desa punggur ini hampir keseluruhan memenuhi indikator desa mandiri yang ada.

“Dari 68 indikator desa mandiri, desa punggur kecil, desa punggur besar dan desa punggur Kapuas hamper memenuhi indikator desa mandiri,” tuturnya.

Selain itu dirinya juga akan melakukan perbantuan dari pemerintah daerah, pemerintah kabupaten sampai dengan perangkat desa akan dilakukan pembagian kerja guna mewujudkan desa mandiri.

“Pembangunannya kita bagi, yang mana dana alokasi desa, yang mana dana APBD kabupaten, yang mana dana provinsi itu harus dibagi sesuai tukposinya. Nah kalo yang berat-berat biar provinsi yang tangani, dengan demikian kita bisa mewujudkan desa mandiri,” kata H.Sutarmidji.

H.Sutarmidji juga menggambil konsep Presiden Jokowi yang saat ini dengan nawacita membangun daerah dari pinggiran, pemprov kalbar sendiri akan menyambungnya dari desa sehingga terwujudnya sinergitas antara pemeritah pusat dan pemerintah provinsi.

“Kalo pak Presiden Jokowi sekarang dengan Nawacita membangun daerah pinggiran, kita menyambungnya dari desa. Sehingga timbulnya sinergitas membuat kawasan itu kuat, karena segala kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” pungkasnya.

(Rahmad)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top