Regional

60 Peserta se-Kalbar Ikuti Sertifikasi SKKNI

Pontianak – Sebanyak 60 peserta dari berbagi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalbar mengikuti  acara Fasilitasi Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Angkatan Kerja Muda Bidang Teknologi, Informasi daj Komunikasi (TIK) di Grand Mahkota Hotel, Kamis (8/11).

Bimtek dan Sertifikasi SKKNI ini dibuka secara resmi oleh Asisten III sekda Kalbar Dra Marlina, M.Si.

Gubernur Kalbar H Sutarmidji berharap kegiatan Fasilitasi Bimtek dan Sertifikasi SKKNI bagi Angkatan Kerja Muda Indonesia ini dapat membantu meningkatkan kualitas dan kualitikasi teknis bagi SDM TIK di Kalbar dan secara umum, dapat menjadi katalisator bagi pengembangan ekonomi digital di wilayah ini.

“Saya menitipkan pesan agar mengikuti kegiatan ini dengan serius dan menyerap segala pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan ketrampilan teknis masing-masing,” harap Gubernur Kalbar, dalam sambutan yang disampaikan Asisten III Sekda Kalbar Dra Marlina,M.Si, saat membuka Bimtek dan Sertifikasi SKKNI di Grand Mahkota Hotel.

Dirinya juga meminta kepada para peserta dapat memahami bahwa di era digital ini, memiliki standar kompetensi kerja atau sertifikasi keahlian di bidang TIK sangat penting sebagai jaminan mutu dan tolak ukur penilaian bagi kapabilitas individu.

“Sertifikasi keahlian adalah kunci bagi Generasi Muda untuk menjual kemampuannya di bidang TIK,” pintanya.

Dikatalannya, saat ini adalah era masyarakat Digital. Anak-anak
yang lahir pada tahun 2000-an ke atas telah familiar dengan teknologi smartphone sedari kecil. Orang-orang dewasa sekarang bahkan memiliki lebih dari satu smartphone dan tablet.

“Hal ini menunjukkan adanya pergeseran nilai-nilai dan budaya dalam Generasi Milenial. Istilahnya, “Kids Zaman Now,” jelasnya.

Presiden Jokowi dalam Program Nawacita yang mengaungkan, bahwa Indonesia harus dibangun dari pinggiran, turut serta mencanangkan bahwa Indonesia harus menjadi “Pusat Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara” karena melihat potensi yang signifikan dari tumbuhnya perdagangan e-Commerce dan kemunculan startup lokal atau perusahan rintisan di bidang teknologi di Indonesi.

Dijelaskannya, di Provinsi Kalbar, gema itu sudah terlihat manakala Kementerian Kominfo RI melalui Program Gerakan
Nasional 1000 Startup beberapa kali
menyelenggarakan kegiatan tersebut di Pontianak.

Gayung bersambut, animo generasi muda di Kalbar sangat luar biasa untuk mengikuti
acara tersebut. Di warung-warung kopi dan cafe-cafe juga bisa menyaksikan bahwa
sekarang orang-orang datang “Ngopi sambil Wi-Fi”.

“Hal ini menandakan bahwa pengaruh internet darn teknologi sudah menjangkau semua dimensi kehidupan. Pemerintah Daerah dan masyarakat, wajib hukumnya untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi secara luas oleh Pemerintah Daerah kini menjadi ukuran penting bagi peningkatan daya saing baik di tingkat nasional maupun untuk pengembangan sumber daya manusia dan
pengembangan ekonomi lokal demi kesejahteraan umum.

Dengan demikian, masih kata Gubernur Kalbar, untuk mencapai tujuan dan sasaran strategis tersebut. Kalbar harus ”Go Digital”.

“Kita hatus maju, kreatif dan inovatif untuk membangun Kalbar yang lebih baik,” ajaknya.

Indonesia mendapatkan anugerah berupa “Bonus Demografi” selama rentang waktu antara 2020 2035, yang mencapai puncaknya pada 2030.

Pada saat ini, jumlah kelompok usia produktif (umur 15-64 tahun) jauh melebihi usia non-produktif (umur 14 tahun ke bawah dan 65 tahun ke atas). Singkatnya,  selama terjadi Bonus Demografl tersebut,  komposisi penduduk Indonesia akan didominasi oleh kelompok usia produktif yang akan menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi kita.

Untuk memanfaatkan peluang Bonus Demografi ini, anak-anak kita perlu ditempa menjadi “Generasi Pencipta” yang memiliki kualitas personal yang disebut 4-C: Curiosity, Critical Thinking, Collaboration dan Creating.

“Tugas Pemerintah saat ini adalah mempersiapkan Generasi Pencipta tersebut dengan sejumlah kualiiikasi teknis yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. Jika kita tidak siap dalam memanfaatkan momen Bonus Demografi ini dapat dikatakan bahwa kita telah membuang peluang dan mengubahnya menjadi Bencana demografi,” katanya lagi.

(Andika)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top