Hiburan

Jika Dada Terasa Nyeri Jangan Panik, Lakukanlah Hal Ini

Foto : Ilustrasi

Kenali gejala-gejala serangan jantung Serangan jantung terjadi saat pembuluh darah yang mengalirkan darah ke jantung tersumbat. Hal ini akan merusak jantung dan menimbulkan nyeri pada dada yang berhubungan dengan serangan jantung. Nyeri dada yang dialami saat serangan jantung akan terasa seperti nyeri tumpul, sesak, atau seperti tertekan. Fokus nyeri berada di sekitar bagian tengah dada. Untuk memastikan bahwa Anda memang mengalami serangan jantung, perhatikan gejala-gejala lainnya:sesak napas,mual atau muntah-muntah,tubuh terasa ringan dan pandangan berkunang-kunang atau pusing,keringat dingin,nyeri pada lengan kiri, rahang, dan leher.

Segera cari pertolongan darurat.Hubungi ambulans atau mintalah seseorang untuk membawa Anda ke unit gawat darurat saat itu juga. Semakin cepat dokter mengatasi penyumbatan, semakin kecil pula kerusakan yang terjadi pada jantung.

Minumlah aspirin jika Anda tidak alergi terhadap obat ini. Sebagian besar kasus sumbatan pembuluh darah yang memicu serangan jantung diakibatkan oleh gumpalan trombosit (sel darah) yang menyatu dengan timbunan plak kolesterol. Aspirin dalam kadar rendah pun akan membantu menekan keberadaan trombosit dalam darah sehingga mengurangi gumpalan darah.Penelitian menunjukkan bahwa mengunyah tablet aspirin lebih efektif untuk menangani gumpalan darah, meredakan nyeri dada, dan mencegah kerusakan pada jantung, daripada menelannya langsung.Perlahan-lahan, kunyahlah tablet aspirin dosis 325 mg selama menunggu penanganan medis di unit gawat darurat.Usahakan agar aspirin sesegera mungkin terserap oleh tubuh.

Cobalah membuat diri Anda senyaman mungkin. Anda tidak perlu banyak bergerak atau melakukan apa pun agar darah tidak terpompa. Darah yang terpompa akan menimbulkan kerusakan yang lebih berat pada jantung Anda. Duduklah dengan posisi yang nyaman dan berusahalah tenang. Pakailah baju yang longgar dan nyaman, dan berusahalah sebisa mungkin untuk rileks.

Pelajari gejala perikarditis.perikarditis terjadi saat selaput jantung (selaput di sekitar jantung) membengkak atau mengalami iritasi, biasanya karena infeksi virus. Nyeri dada jenis ini akan terasa tajam, menusuk pada bagian tengah atau kiri dada Anda. Pada beberapa pasien, nyeri yang dirasakan adalah seperti tekanan yang perlahan yang menyebar ke rahang dan/atau lengan kiri. Nyeri ini memburuk saat penderita bernapas atau bergerak. Beberapa gejala pericarditis serupa dengan gejala serangan jantung:sesak napas,jantung berdebar,demam rendah,letih atau mual,batuk,kaki atau perut membengkak.

Segera cari pertolongan medis.Walaupun sering kali terasa ringan dan akan menghilang dengan sendirinya, gejala perikarditis sulit dibedakan dengan gejala serangan jantung. Gejala ini juga bisa saja menandakan kasus yang lebih berat sehingga harus ditangani dengan pembedahan. Dengan demikian, Anda harus segera dipantau dan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebab nyeri tersebut.Hubungi ambulans atau mintalah seseorang untuk membawa Anda ke unit gawat darurat terdekat.Sama seperti pada serangan jantung, penanganan dini adalah cara pencegahan terbaik agar kondisi Anda tidak semakin memburuk.

Redakan nyeri dengan duduk dan mencondongkan badan ke depan.perikardium memiliki dua lapisan jaringan yang akan saling bergesekan selama mengalami peradangan sehingga menimbulkan nyeri dada. Jadi, duduklah dalam posisi ini untuk mengurangi gesekan pada jaringan yang menimbulkan nyeri sementara Anda menunggu pertolongan medis.

Minumlah aspirin atau ibuprofen.Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin atau ibuprofen akan meredakan pembengkakan pada jaringan perikardium. Dengan demikian, gesekan antara dua lapisan perikardium akan reda, begitu pula nyeri dada yang Anda alami.Konsultasikan dengan dokter sebelum mengggunakan obat-obatan ini.Dengan persetujuan dari dokter, minumlah obat tiga kali sehari setelah makan. Anda boleh meminum 2-4 gram aspirin atau 1.200-1.800 mg ibuprofen dalam sehari.

Perbanyak istirahat. Perikarditis biasanya ditimbulkan oleh infeksi virus. Jadi, Anda bisa menanganinya seperti halnya pilek demi mempercepat penyembuhan dan menghilangkan nyeri dengan segera. Istirahat dan tidur akan membantu meningkatkan fungsi sistem imun tubuh sekaligus mempercepat proses penyembuhan.semoga bermanfaat!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top