Hukrim

Ketua FPRK Ketapang Jalani Sidang Perdana Ujaran Kebencian

Pengadilan Negeri Kabupaten Ketapang menggelar sidang perdana kasus dugaan ujaran kebenciaan, terdakwa Isa Anshari (Foto: Usmansyah)

KETAPANG – Pengadilan Negeri Kabupaten Ketapang menggelar sidang perdana kasus dugaan ujaran kebenciaan terdakwa Isa A, dengan agenda sidang pembacaan dakwaan kasus Ujaran Kebencian sebagaimana pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) dan atau pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) undang2 nomor 19 tahun 2016 ttg perubahan atas undang2 nomor 11 tahun 2008 Tentang informasi dan transaksi elektronik, digelar hari ini,Rabu (5/12)

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Rudy Astanto mengatakan kalau sidang perdana hari ini beragendakan pembacaan dakwaan terhadap terdakwa. Yang mana dalam sidang ini penasehat hukum terdakwa menyampaikan Eksepsi atau keberatan atas dakwaan yang disampaikan pihaknya.

“Dakwaannya mengenai ujaran kebencian serta Pasal 45 Huruf a dan Pasal 45 UU ITE,” ungkapnya.

Lebih lanjut, usai pembacaan dakwaan, penasehat hukum terdakwa melakukan Eksepsi atau keberatan yang nantinya akan disampaikan secara tertulis pada sidang lanjutan Selasa (11/12).

“Alhamdulillah sidang tadi berjalan aman dan kondusif. Kita pastikan kita bekerja profesional dan tanpa tekanan dari pihak manapun,” tegasnya.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Syarif Kurniawan  mengatakan bahwa pihaknya merasa bahwa Pasal di dakwaan dianggap kurang tepat atau tidak layak dimasukkan dalam dakwaan. Terlebih ada dakwaan yang bukan sifatnya subsider melainkan hanya alternatif.

“Jadi kita beranggapan bahwa JPU masih ragu terhadap pasal mana yang tepat dituntutkan atau didakwakan terhadap klien kami,” tukasnya.

Syarif berharap, para penegak hukum dapat mengedepankan penegakan hukum yang adil, dan nantinya jika berdasarkan fakta persidangan tidak sesuai pasal didakwakan kita berharap majelis hakim dapat menilai secara objektif dalam memutuskan kasus ini kedepannya.

“Kami akan siapkan Eksepsi yang akan kami sampaikan Selasa 11 Desember 2018 mendatang,” ungkapnya.

Sementara dari pantauan media ini pelaksanaan sidang mendapatkan pengamanan dari Kepolisian Polres Ketapang dan TNi, namun sidang berlangsung aman dan lancar.

(Dri)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top