Pendidikan

Demi Sekolah Siswa SD di Sanggau Bertaruh Nyawa Nyebrangin Sungai

SANGGAU - Belum adanya akses jembatan menyebabkan sebagian siswa SD Negeri 16 Gun Jemak di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai setiap pergi dan pulang sekolah. Beruntung ada prajurit TNI dari Yonif 511/DY yang membantu anak-anak itu menyeberangi sungai berarus deras tersebut.

Pantauan Wartawan pada Kamis (10/1/2019)  pagi, belasan siswa sedang dibantu menyeberangi Sungai Sekayam selepas pulang sekolah. Beberapa siswa bahkan di gendong agar tidak terseret arus yang mengalir cukup deras.

"Musim hujan begini arus memang sedang deras, jadi anggota kami membantu menyeberangkan anak-anak itu. Khawatirnya kalau tidak diseberangkan mereka bisa hanyut," kata Letkol Inf. Jadi, Dansatgas Pamtas Yonif 511/DY kepada wartawan, Kamis (10/1/2019).

Jadi menjelaskan, di Dusun Gunjemak ada SD yang memiliki ruang Kelas dari Kelas 1 sampai kelas 6, sedangkan di Dusun Guntembawang ada SD dari kelas 1 sampai dengan kelas 3.

"Jadi anak-anak Guntembawang yang akan melanjutkan kelas 4 sampai dengan kelas 6 harus ke Dusun Gunjemak dengan menyeberangi sungai," pungkas dia.

Dikatakan Jadi, para siswa ini tak punya pilihan lain karena akses satu-satunya untuk pulang dan pergi ke sekolah hanyalah sungai. Sementara di sungai itu tidak ada jembatan.

Saat hujan deras dan sungai meluap, para siswa ini kadang meliburkan diri karena sungai itu tidak bisa diarungi lagi. Tak hanya anak-anak tersebut, warga yang berada diseberang sungai pun ikut terisolir.

"Menyeberangkan anak-anak itu memang bukan tugas kami, tapi sebagai bagian dari masyarakat ditempat kami bertugas ada sisi kemanusiaan dan kepedulian yang mesti kami kedepankan. Apalagi mereka itu generasi penerus bangsa yang nanti akan ikut memajukan perbatasan," tutur dia.

Atas kondisi tersebut, Jadi berharap Pemerintah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat di wilayah tersebut.

"Yang dibutuhkan masyarakat di sana saat ini akses jalan dan jembatan, fasilitas sekolah yang memadai, kesejahteraan guru dan fasilitas serta personel kesehatan," harapnya.

(dra)

To Top