Nasional

Pengurus Aliansi Gerakan Reforma Agraria Cabang Sambas Terbentuk

Deklarasi pengurus AGRA Kabupaten Sambas (Foto: Istimewa)

Sambas – Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Cabang Kabupaten Sambas telah resemi berdiri. Kegiatan Deklarasi Pendirian Cabang di hadiri 38 Peserta Utusan dari Beberapa Desa dari Beberapa Kecamatan antara lain ; Perwakilan Ranting Desa Piantus, Desa Senujuh, Desa Perigik Landu Kecamatan Sejangkung, Perwakilan Desa Ratu Sepudak, Tri Kembang dari Kecamatan galling, Semate dari Kecamatan Sambas Desa Sambas, dan Kecamatan Tangaran Sabtu,(09/03).

Kegiatan Deklarasi ini di selenggarakan di Desa Sambas, Kecamatan Sambas. Dalam kegiatan ini turut hadir juga Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Propinsi Kalimantan Barat Nugra Irianta Denashurya BSBA, MM, Ketua HKTI Kabupaten Sambas Anwari S,Sos M.A.P. dan Petrus SA,SH perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ketua Perdamaian Kalimantan Barat yang memberikan dukungan atas terbentuknya Cabang AGRA Kabupaten Sambas.
Anwari S,Sos M.A.P .

Dalam sambutannya mengapresiasi terbentuknya AGRA Cabang Kabupaten Sambas, yang merupakan organisasi rakyat khsuusnya petani yang berjuang atas hak-haknya petani. Selain itu, dengan terbentuknya AGRA Kabupaten Sambas juga kedepan dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam memajukan petani diKabupaten Sambas, terlebih lagi Kabupaten Sambas sebagian besar masyarakatnya adalah Petani.

Begitu juga penyampaian yang disampaikan Nugra Irianta Denashuriya bahwa NTP petani sangatlah rendah saat ini dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya persoalannya komoditi petani yang turun dengan kebutuhan hidup yang tinggi berpengaruh terhadap NTP Petani. Oleh sebab itu, adanya AGRA di Kabupaten Sambas akan menjadi Jembatan bagi Petani disambas untuk bersatu secara bersama-sama memperjuangkan hak-hak petani.

Wahyu Setiawan Ketua Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Kalimantan Barat menyampaikan pembentukan AGRA Cabang Kabupaten Sambas tidak terlepas atas permasalah yang dihadapi oleh petani di Sambas. Persoalan Perampasan dan Monopoli atas tanah, adalah akar masalah bagi Petani yang melahirkan berbagai persoalan seperti bagi hasil yang tidak adil, upah buruh tani yang murah, sewa dan riba yang tinggi dihadapi oleh petani, teknologi yang rendah dan Monopoli hasil output dan input pertanian adalah masalah-masalah yang merintangi kemajuan petani.

AGRA terlahir dari masalah dan berjuang untuk menyikapi berbagai permasalah tersebut setahap-demi setahap untuk kemajuan petani. Dengan adanya AGRA Cabang Kabupaten Sambas maka petani di Sambas telah memiliki organisasinya yang sejati. Selamat Telah terbentuk AGRA Cabang Kabupaten Sambas, semoga AGRA dapat menjadi Corong perjuangan petani dan menjadi sekolah bagi petani.

Terpisah, Yandi Ketua AGRA Cabang Kabupaten Sambas menyampaikan bahwa Kita bersama-sama mengembangkan AGRA di Kabupaten Sambas kedepan termasuk berjuan bagi kepentingan petani di Sambas. Walaupun saya Ketua AGRA namun setiap keputusan akan kita lakukan secara bersama dan kita tidak boleh bosan untuk terus belajar untuk kemajuan petani,diKabupaten Sambas dan Petani di Indoensia secara umum, terang yandi.

Adapun pengurus AGRA dikabupaten Sambas berjumlah 11 orang yang akan menjalankan roda organisasi selama priode 2019 -2020. Yandi menambahkan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sambas khususnya petani mari kita bersatu berjuang bersama demi kemajuan kita bersama sebagai petani. Karena petani adalah soko guru dan yang memberikan penghidupan bagi rakyat.

(Dri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top