Politik

Gubernur Kalbar Ajak Sukseskan Pileg dan Pilpres Yang Damai

Kubu Raya - Gubernur Kalbar H Sutarmidji menghimbau kepada semua Pimpinan Partai Politik

Peserta Pemilu Pileg dan Pilpres dan seluruh masyarakat Kalbar untuk melaksanakan Pemilu Pileg dan Pilpres yang damai di Provinsi Kalbar.

"Marilah kita laksanakan Pemilu Pileg dan Pilpres Tahun 2019 ini dengan damai,
dengan santun dan bermartabat. Marilah kita tunjukkan dan buktikan kedewasaan kita dalam berpolitik dan berdemokrasi, dengan tidak melakukan pengrusakan
atribut Calon Pileg/Pilpres atau Partai. Dan marilah secara bersama-sama pula, kita ciptakan suasana dan kondisi daerah kita yang kondusif, sehingga semua harapan kita, untuk suksesnya penyelenggaraan Pemilu Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Kalbar dapat kita wujudkan," imbuh H Sutarmidji, Senin (11/3), saat Deklarasi Pemilu Damai, Pileg dan Pilpres di Kalbar di Qubu Resor.

Dikatakannya, sesuai jadwal waktu yang sudah ditetapkan oleh KPU, mulai hari ini kita akan memasuki tahapan Kampanye. Pada setiap tahapan penyelenggaraan
Pemilu Pileg dan Pilpres Tahun 2019, kegiatan Kampanye merupakan tahapan yang sangat rawan berbagai gangguan dan ancaman terhadap stabilitas.

Karena Kampanye, terutama yang bersifat umum dan terbuka, akan melibatkan massa dalam jumlah besar, yang tentunya membawa resiko yang besar pula.

"Setiap Calon Baik Pileg maupun Pilpres ataupun setiap Partai Politik akan senantiasa menggunakan dan memanfaatkan segala macam cara
dan taktik untuk dapat merebut simpati masyarakat pemilih, guna memperoleh suara dalam Pemungutan Suara tanggal 17 April nanti," jelansya.

Dengan jumlah Peserta Pemilu Pileg dan Pilpres Tahun 2019 yang sudah ditetapkan oleh KPU Provinsi Kalbar, tentunya tingkat kerawanan terhadap gangguan stabilitas akan semakin tinggi.

Pada masa Kampanye, masyarakat akan mengenal berbagai macam istilah dan tindakan yang menjurus ke arah
ancaman in-stabilitas, seperti money politik, politisi busuk, serangan fajar, serta tindakan-tindakan yang dapat meresahkan masyarakat seperti konvoi dengan
kebut-kebutan, dan sebagainya.

"Hal-hal yang seperti perlu kita waspadai dan antisipasi, karena akan itu berdampak pada tercederainya pelaksanaan pesta
demokrasi, Pemilu Pileg dan Pilpres Tahun 2019," ujarnya.

Dijelaskannya, acara pendeklarasian Pemilu Damai Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Provinsi Kalbar ini, perlu kita berikan apresiasi positif, karena kita semua
tentunya mempunyai harapan yang sama, yaitu agar Pemilu Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Kalbar ini dapat diselenggarakan dengan aman, damai dan sukses.

"Harus diingat, Partai Politik merupakan penentu suksesnya penyelenggaraan
Pemilu tersebut, sedangkan Pemerintah beserta aparat keamanan (Polri dan TN) hanyalah bertindak sebagai
fasilitator, mengawal pelaksanaannya, agar sukses sesuai dengan azas dan prinsip-prinsip demokrasi, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.

(Dika)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top